Senin, 22 Oktober 2018

Jokowi Bergelar Tuanku Sri Indera Utama Junjungan Negeri

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi menerima gelar Tuanku Sri Indera Utama Junjungan Negeri dari Kesultanan Deli. Penganugerahan gelar bangsawan tertinggi di Kesultanan Deli ini dihelat di ruang utama Istana Maimoon, Ahad, 6 Oktober 2018. Biro Pers Setpres

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi menerima gelar Tuanku Sri Indera Utama Junjungan Negeri dari Kesultanan Deli. Penganugerahan gelar bangsawan tertinggi di Kesultanan Deli ini dihelat di ruang utama Istana Maimoon, Ahad, 6 Oktober 2018. Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta-Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi bergelar Tuanku Sri Indera Utama Junjungan Negeri. Ia mendapat gelar ini dari Kesultanan Deli di sela kunjungan kerja ke Sumatera Utara, Ahad, 7 Oktober 2018.

    Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin dalam keterangan tertulisnya mengatakan penyematan gelar berlangsung di ruang utama Istana Maimoon. Gelar adat ini merupakan gelar bangsawan tertinggi di Kesultanan Deli.

    Baca: Jokowi Receives Honorary Title from Deli Sultanate

    Pemberian gelar dimulai sekitar pukul 11.00 WIB. Prosesi penganugerahan diawali dengan pemasangan Tengkulok oleh Pemangku Sultan Deli Tengku Hamdy Osman Delikhan Al-Haj.

    Setelah itu prosesi dilanjutkan dengan penyematan pin dan keris oleh Sultan Deli Tuanku Mahmud Lamantjiji Perkasa Alam. Sultan menandatangani Surat Ceri yang kemudian diserahkan kepada Jokowi.

    Prosesi Tepung Tawar menjadi rangkaian berikutnya. Prosesi ini melibatkan 4 unsur perwakilan, yaitu Sultan Deli, perwakilan Raja-raja Nusantara, Gubernur Sumatera Utara, dan perwakilan alim ulama.

    Simak: Aksi Jokowi di Pembukaan Asian Para Games 2018

    Saat memberikan sambutan,  Jokowi berpantun untuk mengucapkan terima kasih atas kehormatan yang diberikan Kesultanan Deli.

    "Buah cempedak bentuknya bujur
    Sangat disuka oleh semua.
    Adat Deli sangatlah luhur
    Mari kita jaga bersama," kata Jokowi.

    Jokowi berujar setelah diberi gelar adat ia merasakan amanah dan tugas berat untuk mewujudkan harapan dari Kesultanan Deli, kerajaan-kerajaan se-Nusantara, para pemangku adat Indonesia, dan para ulama. "Untuk terus bekerja keras bersama-sama dengan semua elemen bangsa membawa Indonesia bergerak maju, bergotong royong mewujudkan Indonesia yang baldatun thayyibatun wa rabun ghafur," katanya.

    Jokowi meyakini dalam kemajuan Indonesia ada tradisi dan kebudayaan bangsa yang menjadi sumber energi besar. Kebudayaan Nusantara yang beragam menjadi kepribadian bangsa dan modal guna meraih kemajuan.

    Lihat: Kelompok Relawan Jokowi - Ma'ruf Amin Diklaim Mencapai 570 Organ

    "Banyak yang berpikir bahwa yang namanya kemajuan itu mengesampingkan budaya, meminggirkan adat istiadat. Tapi bagi Indonesia, bagi kita justru energi utama kemajuan kita adalah kebudayaan," ucapnya.

    Menurut Jokowi banyak bangsa yang maju karena mengakar kuat pada budayanya seperti Korea Selatan dan India.  "Lihat India yang sudah maju dengan berbagai teknologi tapi budayanya tidak ditinggal, bahkan budaya India sudah sangat dikenal di berbagai belahan dunia. Mereka juga bergerak maju dengan mengakar pada budaya," ujarnya.

    Jokowi 
    mengajak pihak Keraton, Kesultanan, Raja, Pemangku Adat se-Nusantara untuk bersama-bersama memajukan kebudayaan Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.