Persediaan Kantung Darah PMI Cukup untuk Korban Gempa Palu

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penduduk desa korban gempa bumi menghampiri helikopter Palang Merah Indonesia (PMI) di Sirenja, Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat, 5 Oktober 2018. Helikopter ini membawa bantuan bagi korban gempa Donggala. REUTERS/Darren Whiteside

    Penduduk desa korban gempa bumi menghampiri helikopter Palang Merah Indonesia (PMI) di Sirenja, Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat, 5 Oktober 2018. Helikopter ini membawa bantuan bagi korban gempa Donggala. REUTERS/Darren Whiteside

    TEMPO.CO, Jakarta - Palang Merah Indonesia atau PMI menyatakan stok kantong darah untuk korban gempa bumi dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, hingga kini masih mencukupi.

    Baca: PMI Sebut Masih Ada Daerah Belum Tersentuh Bantuan Gempa Palu

    "Ada 400 stok kantong darah, kemungkinan akan bertambah karena dari Jakarta terus berdatangan," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat PMI Pusat, Aulia Arriani, di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat pada Sabtu, 6 Oktober 2018.

    Sebelumnya, kata Aulia, pihaknya juga telah menyuplai 100 kantong darah. Di samping itu, untuk terus menambah jumlah pasokan, Aulia mengimbau warga lokal di wilayah Sulawesi Tengah untuk melakukan donor darah. "Banyak masyarakat yang datang ke unit donor darah. Proses donor darah sudah berjalan," ucap dia.

    Baca: JK Ungkap Kesulitan PMI Bawa Bantuan ke Palu dan Donggala

    Gempa berkekuatan 7,7 skala Richter yang telah dimutakhirkan oleh BMKG menjadi 7,4 Skala Richter mengguncang wilayah Palu dan Donggala pada Jumat, 28 September 2018 pukul 17.02 WIB. Gempa tersebut disusul dengan gelombang tsunami yang menerjang wilayah Palu.

    Hingga H+7, BNPB mencatat korban meninggal akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah hingga 5 Oktober pukul 15.50 WIB mencapai 1.571 jiwa. Sedangkan untuk korban luka berat, saat ini sudah mencapai 2.549 orang. PMI telah menerjunkan 426 relawan ke berbagai lokasi dampak gempa bumi dan tsunami.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.