Kamis, 13 Desember 2018

Begini Cara Mengenali Hoax Bencana Alam menurut Sutopo BNPB

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, menjelaskan kondisi bencana banjir Garut dan Sumedang,  di kantor BNPB, 21 September 2016. TEMPO/Amirullah

    Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, menjelaskan kondisi bencana banjir Garut dan Sumedang, di kantor BNPB, 21 September 2016. TEMPO/Amirullah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho sudah hafal dengan serangan berita bohong atau hoax yang biasanya muncul pascaterjadinya suatu bencana. Dia dan timnya sudah tahu bagaimana pola hoax tersebut bekerja.

    "Kami sudah hafal polanya," kata Sutopo dalam wawancara dengan Koran Tempo pada awal September 2018.

    Baca: Polisi Tangkap 9 Orang Penyebar Kabar Hoax Tsunami Palu

    Saat terjadi bencana seperti gempa, gunung meletus atau tsunami, kata Sutopo, berita bohong atau hoax muncul dan membingungkan masyarakat. Karena itu, klarifikasi soal hoax menjadi sesuatu yang bersifat segera untuk dilakukan.

    Menurut Sutopo, sebenarnya mudah untuk menentukan suatu informasi bencana yang hoax. Jika dalam berita tersebut disebutkan kapan atau ada waktu prediksi bencana itu terjadi, maka jelas berita tersebut adalah hoax.

    Alasannya, kata Sutopo, belum ada teknologi atau ahli yang mampu memprediksi kapan bencana terjadi. "Jika ada informasi akan terjadi gempa, apalagi menyebutkan jam dan besarannya, itu sudah pasti salah," ujarnya.

    Baca: Kenapa Manusia Mudah Percaya Kabar Hoax? Ini Penjelasan Ilmiahnya

    Selain itu, Sutopo kerap menemukan pola hoax dengan menyebarkan video atau foto tentang bencana yang sudah terjadi namun disebarkan kembali dengan mangaitkan video atau foto tersebut merupakan kejadian dari bencana yang sedang terjadi.

    Atau, kata Sutopo, pernyataan ahli yang sudah disampaikan, namun kembali dimuat dengan mengubah konteksnya seakan-akan menjadi sebuah ancaman. "Begitu dapat hoax lansung dianalisa. Biasanya segera saya buat klarifikasinya," ujarnya.

    Selain menyebarkan ketakutan, menurut Sutopo, para pelaku hoax tersebut terkadang mempunyai motif kriminal. Dia mencontohkan, saat muncul isu akan terjadinya gempa susulan, lalu masyarakat diminta mengungsi. "Setelah itu rumah ditinggal kosong dan maling masuk," kata dia.

    Baca: BMKG Imbau Masyarakat Tak Terpengaruh Hoax Alat Prediksi Gempa

    Sutopo pun menyebut tidak sedikit hoax bencana yang bermuatan politik, seperti saat gempa di Lombok. "Di Lombok memang dipolitisasi, banyak hoax dimuati isu politik," ujarnya.

    Ia sering menemui akun yang tidak jelas sengaja memutarbalikan informasi untuk menyebarkan berita yang tidak benar. Tapi Sutopo menyatakan timnya sudah siap dengan melawan hoax tersebut. "Kami lawan dengan data," ujarnya.

    Baca: Cerita Sutopo Pernah Menolak Tawaran Jadi Humas BNPB


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Avengers End Game, Para Jagoan yang Selamat Menuju Laga Akhir

    Sejumlah jagoan yang selamat dari pemusnahan Thanos di Infinity War akan berlaga di pertarungan akhir di Avengers Infinity War.