Selasa, 23 Oktober 2018

Sikap Sandiaga Uno Soal Pertemuan IMF - World Bank

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden nomor urut 2, Sandiaga Salahuddin Uno (tengah), bersama Ketua Umum PAN sekaligus Ketua MPR, Zulkifli Hasan (kelima kiri), berdialog bersama warga saat acara Ngopi Bareng Sandi di Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 27 September 2018. Dalam kesempatan itu, Sandiaga Uno berjanji akan memperbaiki kondisi ekonomi dan menyerap aspirasi generasi milenial. ANTARA FOTO/Moch Asim

    Calon wakil presiden nomor urut 2, Sandiaga Salahuddin Uno (tengah), bersama Ketua Umum PAN sekaligus Ketua MPR, Zulkifli Hasan (kelima kiri), berdialog bersama warga saat acara Ngopi Bareng Sandi di Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 27 September 2018. Dalam kesempatan itu, Sandiaga Uno berjanji akan memperbaiki kondisi ekonomi dan menyerap aspirasi generasi milenial. ANTARA FOTO/Moch Asim

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden Sandiaga Uno mengatakan belum ada pembicaraan detail ihwal seruan agar pemerintah menunda pertemuan tahunan International Monetery Fund - World Bank atau IMF - World Bank. Hal ini disampaikan Sandiaga terkait rencana konferensi pers yang akan digelar calon presiden Prabowo Subianto nanti malam.

    Baca juga: Rupiah Tembus Rp 15.000, Sandiaga: Bukti Ekonomi Rapuh

    "Belum ada pembicaraan detail, tapi kami ingin ada penghematan dari kegiatan-kegiatan yang sifatnya seremonial," kata Sandiaga di Gelanggang Olahraga Bulungan, Jakarta Selatan, Jumat, 5 Oktober 2018.

    Sandiaga berujar, koalisi pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 ini menyarankan adanya penghematan keuangan negara. Dia mengatakan, sikap negara menghindari pemborosan ini juga menjadi harapan seluruh masyarakat.

    Usulan soal penghematan inilah, lanjut Sandiaga, yang sebelumnya dibahas oleh tim ekonomi Prabowo-Sandiaga. Saran ini tak terlepas dari kondisi perekonomian yang tengah sulit ditambah terjadinya gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

    Menurut Sandiaga, pemerintah bisa meninjau ulang penyelenggaran pertemuan tahunan IMF - World Bank yang akan digelar di Bali pada 8-14 Oktober nanti. Sebagian dari sekitar Rp 1 triliun anggaran yang sudah dialokasikan, kata dia, dapat dialihkan penggunaannya untuk membantu korban bencana Palu.

    "Kalau sudah menjadi komitmen, biaya dan kegiatan untuk IMF kita bicarakan mendetail, sedapat mungkin kita kurangi biayanya, dan justru kita alokasikan kepada rekan-rekan kita yang lagi tertimpa musibah di Lombok, Palu, dan sebagainya," ujar Sandiaga.

    Pernyataan Sandiaga Uno ini tak senada dengan apa yang disampaikan anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Fuad Bawazier sebelumnya. Fuad mengatakan, koalisi Prabowo-Sandiaga akan mengusulkan agar pemerintah menunda pertemuan tahunan IMF-World Bank itu.

    "Kan kalau ditunda, dana dialihkan, ini kan dunia juga bisa mengerti kan," kata Fuad di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Kamis malam, 4 Oktober 2018.

    Baca juga: Setelah Sebut Setipis Kartu ATM, Sandiaga Lihat Tempe Sachet

    Usulan penundaan ini sebelumnya juga dikemukakan oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. "Yang jelas kita sudah atau akan keluarkan anggaran minimal satu triliun karena ada APBN Rp 850 miliar, serta ada dari Bank Indonesia dan instansi lain, jumlahnya mungkin di atas satu triliun," ujar Fadli di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat, 28 September 2018.

    Fadli berujar dana sebesar itu lebih baik bila dipergunakan untuk kepentingan lain, misalnya untuk para korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat. "Itu lebih lebih bermanfaat, lagi pula acara itu hasilnya enggak akan ada apa-apa kecuali janji."

    Kendati begitu, Sandiaga berpendapat senada bahwa dunia internasional akan memahami pengurangan anggaran kegiatan pertemuan IMF-World Bank. Dia juga meyakini negara-negara sahabat akan mengerti seumpama anggaran penyelenggaraan IMF-World Bank itu dipangkas untuk penanganan bencana.

    "Dan ini mengirimkan pesan yang sangat jelas bahwa kita fokus untuk pembenahan dan pemulihan ekonomi kita," kata Sandiaga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.