DKI Sponsori Ratna Sarumpaet, Sandiaga: Memajukan Pariwisata

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratna Sarumpaet saat pemotretan pada 1995. Cerita penganiayaan ini akhirnya berkembang dan mulai masuk ke ranah politik hingga kepolisian turun untuk menyelidikinya. TEMPO/Rully Kesuma

    Ratna Sarumpaet saat pemotretan pada 1995. Cerita penganiayaan ini akhirnya berkembang dan mulai masuk ke ranah politik hingga kepolisian turun untuk menyelidikinya. TEMPO/Rully Kesuma

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden Sandiaga Uno mengungkapkan alasan pemerintah DKI Jakarta menjadi sponsor perjalanan Ratna Sarumpaet untuk menghadiri konferensi The 11th Women Playwrights International Conference 2018 di Santiago, Cile. Pemberian sponsor itu disetujui saat Sandiaga masih menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.

    Baca: Jadi Tersangka Hoax, Ratna Sarumpaet Terancam 10 Tahun Penjara

    "DKI niatnya memajukan pariwisata dan kebudayaan. Bila kegiatan Bu Ratna itu masuk dan dikatakan layak, tentunya sudah melewati proses cukup detail," kata Sandiaga di Gelanggang Olahraga Bulungan, Jumat, 5 Oktober 2018.

    Pemerintah DKI Jakarta sebelumnya menyetujui proposal sponsor perjalanan yang diajukan Ratna Sarumpaet pada Januari lalu. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menerima proposal itu kemudian mengajukan disposisi kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta. Pemerintah DKI mencairkan Rp 70 juta untuk Ratna.

    Sandiaga pun mengaku tak ingat pernah membaca proposal Ratna Sarumpaet. Dia mengatakan, pemerintah DKI menerima banyak sekali proposal untuk membiayai kegiatan-kegiatan yang dapat mendorong pariwisata dan ekonomi kreatif. "Saya enggak bisa menghitung berapa banyak disposisi saya kepada Disparbud," ujarnya.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, ada banyak seniman seperti Ratna Sarumpaet yang juga disponsori oleh Pemprov DKI Jakarta. "Pak Franky Raden sedang berada Korea atas biaya dari Pemprov DKI. Anak-anak muda latihan teater di Broadway, lalu teater anak-anak di Kazakhstan juga," ujar Anies di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat, 5 Oktober 2018.

    Ratna sedianya berangkat ke Cile pada Kamis malam, 5 Oktober 2018. Namun, Kepolisian Daerah Metro Jaya menangkap Ratna Sarumpaet di bandara. POlisi kemudian menetapkan Ratna Sarumpaet sebagai tersangka dalam kasus kebohongan soal penganiayaan dirinya.

    Simak juga: Ratna Sarumpaet Tersangka, Sandiaga Siap Dipanggil Polisi

    Sepekan terakhir ini, nama Ratna Sarumpaet menjadi sorotan. Ceritanya, Selasa lalu, beredar kabar bahwa Ratna menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal di Bandung pada 21 September 2018. Belakangan, terkuak, lebam dan memar di wajah Ratna Sarumpaet adalah efek samping operasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.