KPK Tetapkan Wali Kota Pasuruan Tersangka Suap Proyek

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Pasuruan Setiyono dikawal polisi saat akan menjalani pemeriksaan pasca-terjaring OTT, di gedung KPK, Jakarta, Jumat dinihari, 5 Oktober 2018. Dari penangkapan Setiyono, KPK mengamankan barang bukti uang senilai Rp 120 juta yang diduga bagian dari komitmen fee terkait proyek di Pasuruan. TEMPO/Imam Sukamto

    Wali Kota Pasuruan Setiyono dikawal polisi saat akan menjalani pemeriksaan pasca-terjaring OTT, di gedung KPK, Jakarta, Jumat dinihari, 5 Oktober 2018. Dari penangkapan Setiyono, KPK mengamankan barang bukti uang senilai Rp 120 juta yang diduga bagian dari komitmen fee terkait proyek di Pasuruan. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wali Kota Pasuruan Setiyono sebagai tersangka kasus dugaan suap pembangunan Pusat Layanan Usaha Terpadu-Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM) Kota Pasuruan. Dia diduga menerima duit Rp 135 juta dari perwakilan CV. M, Muhamad Baqir, selaku penggarap proyek tersebut.

    Baca: KPK : OTT Pasuruan Terkait Komitmen Fee Proyek Irigasi

    "Setelah melakukan gelar perkara selama 1x24 jam disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi oleh Wali Kota Pasuruan Setiyono," kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata di Kantornya, Jakarta, Jumat, 5 Oktober 2018.

    KPK menduga Baqir memberikan uang Rp 135 juta agar Setiyono menunjuk CV M menjadi penggarap proyek PLUT-KUMKM yang bersumber dari APBD Kota Pasuruan Tahun Anggaran 2018 itu. Uang itu diduga merupakan bagian dari komitmen fee sebanyak 10 persen yang menjadi jatah Setyono dari proyek bernilai Rp 2,2 miliar itu.

    KPK menduga Setiyono menerima uang itu secara bertahap melalui orang dekatnya. Pada 24 Agustus 2018, Baqir menyerahkan uang Rp 20 juta kepada Setiyono melalui staf Kelurahan Purutrejo, Wahyu Tri Hardianto sebagai tanda jadi. Selanjutnya, pada 7 September 2018, Setiyono kembali menerima uang Rp 115 juta, setelah CV M ditunjuk menjadi pemenang proyek. "Sisa komitmen 5 persen lainnya akan diberikan setelah uang muka proyek cair," kata Alex.

    Simak pula: Terjaring OTT, Wali Kota Pasuruan Digiring ke KPK

    Selain menetapkan Setiyono sebagai tersangka, KPK juga menetapkan Pelaksana Tugas Harian Dinas PU Pasuruan Dwi Fitri Nurcahya dan Wahyu Tri Hardianto sebagai tersangka. Adapun Baqir ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.

    KPK menangkap keempat orang tersebut dalam operasi tangkap tangan yang digelar di Pasuruan pada Kamis, 4 Oktober 2018. Dalam OTT itu, KPK menangkap enam orang dan uang puluhan juta rupiah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe