Jumat, 14 Desember 2018

BNPB: Letusan Krakatau, Soputan, dan Gamalama Tidak Berkaitan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Soputan, Kabupaten Minahasa Tenggara Sulawesi Utara, meletus setinggi 4.000 meter pada 3 Oktober 2018. twitter.com/BNPB_Indonesia

    Gunung Soputan, Kabupaten Minahasa Tenggara Sulawesi Utara, meletus setinggi 4.000 meter pada 3 Oktober 2018. twitter.com/BNPB_Indonesia

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan tiga gunung meletus yang terjadi beberapa hari kemarin, tidak saling terhubung. ”Namanya gunung api, pasti suatu saat akan meletus.” Sutopo mencuit melalui akun Twitternya, @Sutopo_PN, Jumat, 5 Oktober 2018.

    Gunung-gunung yang meletus itu adalah Soputan di Sulawesi Utara, Gunung Gamalama di Ternate, Maluku Utara, dan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

    Baca: Selama Erupsi, Jalur Pendakian ke Gunung ...

    Meletusnya gunung-gunung itu, kata Sutopo, tidak berkaitan dengan gempa di Palu dan Donggala pada Jumat, 28 September 2018. “Tidak berbahaya selama di radius aman, dan tetap tenang,” ujar Sutopo.

    Gunung Soputan meletus dan menghasilkan kolom abu lebih kurang setinggi 4 kilometer dari puncak gunung itu. Statusnya siaga atau level III pada Rabu, 3 Oktober 2018.

    Baca: BNPB: Empat Kecamatan Terdampak Gempa ...

    Gunung Gamalama erupsi dengan tinggi kolom abu teramati lebih kurang 250 meter di atas puncak. Statusnya waspada atau level II pada Kamis, 4 Oktober 2018.

    Sedangkan, Gunung Anak Krakatau, meletus sebanyak 156 kali dan mengeluarkan lava pijar yang telah mencapai laut, dengan status gunung tersebut tetap pada level II (waspada). BNPB, Sutopo menyebutkan gunung di Selat Sunda itu hampir setiap hari meletus.

    AQIB SOFWANDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Antikorupsi Partai Politik Diragukan

    Partai-partai mengklaim berkomitmen antikorupsi melawan korupsi setelah para petingginya ditangkap KPK. Berikut empat di antaranya....