Menilai Sumir, IPW Yakin Kasus Ratna Sarumpaet Cuma Heboh di Awal

Reporter

Aktivis Ratna Sarumpaet saat tiba di Polda Metro Jaya Jakarta, Kamis malam, 4 Oktober 2018. Ratna ditangkap sebelum terbang ke Cile untuk menghadiri konferensi The 11th Women Playrights International 2018. TEMPO/Amston Probel

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane yakin kasus yang sedang menimpa mantan juru kampanye Prabowo, Ratna Sarumpaet hanya akan ramai di awal. Menurut dia, sangkaan melanggar Undang-Undang ITE yang digunakan untuk menjerat Ratna adalah hal yang sumir.

Ia memperkirakan kasus Ratna bakal ngambang meski seniman teater itu ditangkap. “Dia tidak bisa dikenai UU ITE.” Neta menyampaikannya melalui keterangan tertulis, Jumat, 5 Oktober 2018.

Baca: Kubu Prabowo Kaget Ratna Sarumpaet ...

Kasus ini diperkirakan mengambang karena yang mempublikasikan dan menggungah ke media sosial persoalan kebohongan bukanlah Ratna sendiri. Tapi pihak lain. Karenanya kasus ini hanya akan heboh di awal dan perlahan tak terdengar lagi.

Neta mencontohkan kasus makar yang melibatkan Ratna dan sejumlah tokoh lainnya yang sampai sekarang tak kunjung selesai. “Jika polisi memang berani, kasus makar pasti sudah dilimpahkan untuk kemudian diproses. Bukan diambangkan seperti sekarang ini,” kata dia.

Baca: Soal Ratna Sarumpaet, Kubu Prabowo ...

Polda Metro Jaya menetapkan Ratna sebagai tersangka, Kamis malam, 4 Oktober 2018. Ia ditahan oleh Kepolisian Resor Bandara Soekarno Hatta sesaat sebelum hendak pergi ke Cile seorang diri di Terminal 2 Bandara.

Ratna dijadwalkan berangkat menggunakan maskapai penerbangan Turkish Airlines sekitar pukul 21.00. Menurut  Kepala Subdirektorat Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Jerry Siagian, polisi sudah melayangkan surat pemanggilan pemeriksaan kepada Ratna Sarumpaet pada Senin, 1 Oktober 2018. Polisi memeriksa dia sebagai saksi dugaan pengeroyokan terhadap dirinya. Namun, mantan juru kampanye calon presiden Prabowo - Sandiaga itu mangkir.

Simak: Prabowo Sebut Ratna Sarumpaet Diintimidasi ...

Ratna Sarumpaet justru meninggalkan Indonesia pada Kamis malam. Dia juga tak memberitahu penyidik atas kepergiannya itu. "Makanya kita lakukan penangkapan malam ini karena panggilan kita tidak diindahkan," ujar Jerry.

Sebelumnya Ratna Sarumpaet mengaku telah menciptakan berita bohong alias hoax terkait penganiayaan yang dialaminya di Bandung, Jawa Barat, pada 21 September 2018. Pengakuan itu ia berikan setelah kabar penganiayannya direspon oleh rekan-rekan dan sejumlah tokoh politik, termasuk pasangan capres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Atas kebohongan yang dibuat Ratna, sejumlah pihak juga telah melaporkan Ratna Sarumpaet ke polisi atas penyebaran berita bohong.

ANDITA RAHMA | LANI DIANA






Survei TSRC Sebut Prabowo Paling Banyak Belanja Iklan di Facebook

12 jam lalu

Survei TSRC Sebut Prabowo Paling Banyak Belanja Iklan di Facebook

The Strategic Research and Consulting (TSRC) mengungkapkan Prabowo Subianto merupakan kandidat capres yang merogoh kocek paling banyak untuk belanja iklan


Fakta-fakta Seputar Peringatan Satu Abad NU, Apa Saja?

1 hari lalu

Fakta-fakta Seputar Peringatan Satu Abad NU, Apa Saja?

Tempo merangkum fakta-fakta seputar peringatan Satu Abad NU, baik sebelum maupun ketika acara. Apa saja?


Soal Utang Anies Rp 50 Miliar, Sandiaga Uno: Biar Pihak Terkait yang Menyampaikan

1 hari lalu

Soal Utang Anies Rp 50 Miliar, Sandiaga Uno: Biar Pihak Terkait yang Menyampaikan

Sandiaga Uno enggan memperpanjang pembahasan soal utang Anies Baswedan Rp 50 miliar untuk Pilkada DKI Jakarta.


Hadiri Peringatan Satu Abad NU, Prabowo Dikerubuti Nahdliyyin dan Diteriaki Presiden

1 hari lalu

Hadiri Peringatan Satu Abad NU, Prabowo Dikerubuti Nahdliyyin dan Diteriaki Presiden

Prabowo Subianto menghadiri perayaan satu abad Nahdlatul Ulama pada Selasa 7 Februari 2023. Terdapat suatu momen dimana Prabowo dikerubuti Nahdliyyin


Prabowo Ungkap Alasan Gabung dengan Pemerintahan Jokowi

1 hari lalu

Prabowo Ungkap Alasan Gabung dengan Pemerintahan Jokowi

Dalam pidato di HUT ke-15 Partai Gerindra, Prabowo menyebut alasannya bergabung dengan pemerintahan Jokowi setelah sebelumnya rival di Pilpres 2019.


Soal Deklarasi Capres-Cawapres KIR, Gerindra: Pak Muhaimin Minta Sebelum Puasa

2 hari lalu

Soal Deklarasi Capres-Cawapres KIR, Gerindra: Pak Muhaimin Minta Sebelum Puasa

Sekjen Gerindra menyebut Ketum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin ingin deklarasi capres dan cawapres ditetapkan sebelum Ramadan.


Soal Capres-Cawapres, Gerindra: Pak Muhaimin Paling Kuat Jadi Pendamping Prabowo

2 hari lalu

Soal Capres-Cawapres, Gerindra: Pak Muhaimin Paling Kuat Jadi Pendamping Prabowo

Muzani mengamini jika kandidat unggulan capres cawapres di koalisi KIR adalah Prabowo dan Muhaimin Iskandar.


Demi Presidential Threshold 20 Persen, 3 Koalisi Partai Politik Panaskan Mesin Pemilu 2024

2 hari lalu

Demi Presidential Threshold 20 Persen, 3 Koalisi Partai Politik Panaskan Mesin Pemilu 2024

Menjelang Pemilu 2024, telah terbentuk sementara ini 3 poros koalisi partai politik untuk memenuhi presidential threshold 20 persen, Siapa saja?


Cak Imin Ajak Golkar Gabung Koalisi KIR, Prabowo: Kami Terbuka untuk Semua Partai

2 hari lalu

Cak Imin Ajak Golkar Gabung Koalisi KIR, Prabowo: Kami Terbuka untuk Semua Partai

Prabowo Subianto menanggapi pernyataan mitra koalisinya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang hendak mengajak Partai Golkar bergabung ke KIR


Jokowi Puji Prabowo, Gerindra Anggap Sebagai Sinyal Dukungan

2 hari lalu

Jokowi Puji Prabowo, Gerindra Anggap Sebagai Sinyal Dukungan

Ahmad Muzani mengatakan pujian Presiden Jokowi kepada Ketua Umum Prabowo Subianto merupakan sinyal dukungan