Jumat, 14 Desember 2018

Polri Tanggapi Cuitan Fahri Hamzah soal Kasus Ratna Sarumpaet

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menjawab pertanyaan media sebelum menjalani pemeriksaan lanjutan di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta, 17 Juli 2018. Pada 8 Maret 2018, Fahri melaporkan Sohibul Iman atas dugaan kasus tindak pidana berkaitan dengan fitnah dan pencemaran nama baik. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menjawab pertanyaan media sebelum menjalani pemeriksaan lanjutan di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta, 17 Juli 2018. Pada 8 Maret 2018, Fahri melaporkan Sohibul Iman atas dugaan kasus tindak pidana berkaitan dengan fitnah dan pencemaran nama baik. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah menyentil Polri melalui akun Twitter pribadinya terkait kasus kebohongan penganiayaan terhadap aktivis Ratna Sarumpaet. Ia mempertanyakan mengapa Polri bergerak cepat mengusut kasus tersebut, namun tidak untuk kasus lainnya.

    Baca: Ratna Sarumpaet Berbohong, Fahri Hamzah Heran dan Tak Menyangka

    "Min, Meski saya juga memikirkannya dan berharap POLRI akan begini atas semua kasus..tapi sudahlah...semua orang akan mendapatkan bagiannya...rencana2 selalu bersaing...rencana Allah maha adil... https://t.co/mjTWFF0DTR," demikian isi cuitan Fahri Hamzah, Kamis, 4 Oktober 2018.

    Polri lantas merespons cuitan Fahri Hamzah. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan pengungkapan kasus tergantung beberapa faktor, seperti faktor keberuntungan, kecepatan, dan lainnya.

    Untuk pengungkapan kasus Ratna Sarumpaet, Setyo mengatakan, banyak dibantu dengan situasi mendukung yang membuat kasus mudah terungkap. "Kemarin pas beredar info ini, saya ditanya 'pak ada ini, kok polisi belum bergerak?' ya saya langsung tanya Polda Jawa Barat," kata Setyo.

    Ketika ditelusuri, Setyo menemukan beberapa kejanggalan. Ia menyebut seperti tidak adanya seminar internasional di Bandung. Satu poin itu sudah menggugurkan asumsi bahwa Ratna Sarumpaet dipukuli.

    "Apalagi didukung keterangan dari Bandara, menguatkan tidak ada info kejadian tanggal 21. Lalu didukung juga menggunakan cek pos nomornya RS," ucap Setyo.

    Baca: Politikus Ramai-Ramai Kecam Kebohongan Ratna Sarumpaet

    Ratna sebelumnya mengaku dianiaya tiga orang tak dikenal di sekitar Bandara Husein Satranegara, Bandung, 21 September 2018 setelah menghadiri konferensi internasional. Belakangan dia mengungkapkan pengakuan tersebut bohong belaka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Antikorupsi Partai Politik Diragukan

    Partai-partai mengklaim berkomitmen antikorupsi melawan korupsi setelah para petingginya ditangkap KPK. Berikut empat di antaranya....