Senin, 22 Oktober 2018

Sandiaga Akui Sempat Hanyut dalam Kebohongan Ratna Sarumpaet

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno mengunjungi kampung batik di salah satu sentra batik Pesindon, Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa 25 September 2018. Dalam kunjungannya tersebut Sandiaga Uno menyampaikan harapannya agar pemasaran produk batik Pekalongan mendapat perhatian lebih dari kemitraan pemerintah dengan badan usaha setidaknya partisipasi sebanyak 20 persen dari pemerintah dan 80 persen dari pengusaha sehingga dapat dibuka lapangan usaha untuk perajin batik setempat. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra

    Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno mengunjungi kampung batik di salah satu sentra batik Pesindon, Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa 25 September 2018. Dalam kunjungannya tersebut Sandiaga Uno menyampaikan harapannya agar pemasaran produk batik Pekalongan mendapat perhatian lebih dari kemitraan pemerintah dengan badan usaha setidaknya partisipasi sebanyak 20 persen dari pemerintah dan 80 persen dari pengusaha sehingga dapat dibuka lapangan usaha untuk perajin batik setempat. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden Sandiaga Uno mengakui dirinya sempat hanyut dalam kebohongan yang dibuat Ratna Sarumpaet. Menurut Sandiaga, calon presiden Prabowo Subianto dan timnya juga hanyut dalam kebohongan itu.

    Baca: Ratna Sarumpaet Bohong, Sandiaga Uno: Pupus Kepercayaan Saya

    "Pak Prabowo, sahabat-sahabat Prbaowo, dan saya hanyut dalam satu kebohongan," kata Sandiaga di Posko Melawai 16, Jakarta Selatan, Kamis, 4 Oktober 2018.

    Ratna sebelumnya mengaku dirinya dipukuli dan dianiaya pada 21 September lalu saat berada di Bandung, Jawa Barat. Kabar itu meluas seiring tersebarnya foto Ratna dengan muka lebam dan membengkak di area kanan dan kiri mata.

    Prabowo, Sandiaga, dan sejumlah politikus merespons dan ikut menyiarkan kabar itu. Belakangan, kepolisian mengungkap Ratna tak berada di Bandung, apalagi mengalami pemukulan. Namun, bukti-bukti yang dimiliki polisi menyebut Ratna berada di Rumah Sakit Bina Estetika untuk operasi kecantikan pada 21-24 September lalu.

    Sandiaga mengaku hanyut dalam kebohongan itu lantaran mengibaratkan Ratna ibunya sendiri. Menurut dia, kekerasan memang bisa terjadi kepada siapa pun, khususnya perempuan.

    Baca: Sandiaga Beri Pengarahan Dahnil Bersih-bersih Badan Pemenangan

    "Saya hanyutnya karena membayangkan kalau itu terjadi kepada ibu saya, akhirnya obyektivitas yang mestinya verifikasi dan cek dulu itu hanyut dan hilang," ujar Sandiaga.

    Kendati begitu, Sandiaga mengaku bersyukur kejadian pemukulan dan penganiyaan itu tak benar-benar terjadi menimpa Ratna. Sandiaga juga optimistis masih ada waktu untuk kembali mengarusutamakan isu ekonomi di kampanye pemilihan presiden 2019, setelah sebelumnya perhatian publik terserap untuk menyimak kebohongan yang dibuat Ratna.

    Kesalahan yang sempat terjadi di awal masa kampanye ini, kata dia, adalah ajang untuk timnya belajar. "Kalah dalam bisnis itu fail early is good, karena kami belajar dari mistake, dari kesalahan kami," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.