Tim Jokowi Kirim Buku Cut Nyak Dien dan RA Kartini ke Hanum Rais

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, Sekjen DPP Partai Perindo Ahmad Rofiq, dan Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan menemui wartawan sebelum rapat sembilan sekjen partai pendukung capres dan cawapres Joko Widodo - Ma'ruf Amin di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 24 Agustus 2018. Tempo/Rezki Alvionitasari.

    Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, Sekjen DPP Partai Perindo Ahmad Rofiq, dan Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan menemui wartawan sebelum rapat sembilan sekjen partai pendukung capres dan cawapres Joko Widodo - Ma'ruf Amin di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 24 Agustus 2018. Tempo/Rezki Alvionitasari.

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim kampanye Jokowi - Ma'ruf Amin akan mengirim buku sejarah tentang Cut Nyak Dien dan RA Kartini untuk putri Amien Rais, Hanum Salsabila atau Hanum Rais.

    Baca juga: Polisi Telusuri Penyebar Data Nomor Rekening Bank Ratna Sarumpaet

    Menurut Sekretaris Tim Kampanye Nasional Joko Widodo atau Jokowi dan Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto pengiriman buku itu untuk merespon pernyataan Hanum yang sebelumnya menyamakan Ratna Sarumpaet dengan dua pahlawan wanita nasional, Cut Nyak Dien dan RA Kartini.

    "Buku-buku ini akan kami kirimkan (ke Hanum Rais). Pakai Go-Jek kirimnya," kata Hasto di posko Cemara, Jakarta, Kamis 4 Oktober 2018.

    Hasto mengatakan buku-buku itu dikirimkan agar Hanum mengerti betul siapa Cut Nyak Dien dan RA Kartini. Dengan demikian, kata ia, ke depannya tak akan ada lagi pahlawan nasional yang kehormatannya diturunkan hanya untuk persoalan politik elektoral.

    "Masak kemudian ada yang mengatakan Ratna Sarumpaet sama kehormatannya dengan Cut Nyak Dien dan Kartini? Ini dua hal yg berbeda," ujarnya.

    Dalam sebuah video yang beredar, Hanum Rais tampak bersama Ratna Sarumpaet seusai bertemu calon presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu. Pertemuan itu merupakan buntut dari kabar penganiayaan Ratna Sarumpaet.

    Dalam video itu Hanum mengatakan bahwa Ratna Sarumpaet adalah contoh Cut Nyak Dien dan RA Kartini masa kini.

    Namun kabar penganiayaan itu akhirnya diakui Ratna Sarumpaet sebagai hoax. Ia tak mengalami penganiayaan melainkan habis menjalani operasi sedot lemak di pipi.

    Baca juga: Selain Hoax Penganiayaan, Ini Rekam Jejak Ratna Sarumpaet

    Dalam cuitannya di akun Twitter @hanumrais, Hanum Rais meminta maaf atas kecerobohannya mengunggah berita penganiayaan Ratna Sarumpaet.

    "Memohon maaf adalah ajaran besar dalam Islam ketika kita berbuat keliru. Saya secara pribadi mohon maaf atas kecerobohan dlm mengunggah berita meski telah bertabayyun pada ibu Ratna S langsung,hinggapada akhirnya yg bersangkutan telah mengaku berbohong," cuit dia pada 3 Oktober 2018 dengan tagar #KebohonganRatna.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.