KPK Tetapkan Tiga Tersangka dalam OTT Kepala Kantor Pajak Ambon

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala KPP Pratama Ambon La Masikamba (kanan). ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Kepala KPP Pratama Ambon La Masikamba (kanan). ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Laode Muhammad Syarif, mengatakan ada tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan pejabat kantor pajak Ambon.

    Baca: KPK Ungkap Modus Suap Kepala Kantor Pajak Ambon

    "KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan serta menetapkan tiga orang tersangka," kata Laode dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis, 4 Oktober 2018.

    Tiga tersangka itu di antaranya, Anthony Liando, pemilik CV AT yang diduga sebagai pemberi suap. Kemudian dua pejabat di Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Ambon, yaitu Kepala KPPP Ambon La Masikamba dan Sulimin Ratmin, supervisor pemeriksa pajak yang diduga sebagai penerima.

    Anthony diduga memberikan suap kepada La Masikamba dan Sulimin atas kesepakatan pengurangan kewajiban pajak. Anthony merupakan salah seorang wajib pajak di Ambon yang diindikasi mencurigakan. Dari hasil pemeriksaan pajak oleh Sulimin, Anthony mengalami peningkatan harta. Sehingga, diperkirakan kewajiban pajak Anthony berkisar Rp 1,7-2,4 miliar kepada KPPP Ambon.

    Petugas Pemeriksa Pajak KPP Pratama Ambon, Sulimin Ratmin, yang diamankan oleh KPK dalam OTT Kantor Pajak di Ambon, tiba untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Kamis, 4 Oktober 2018. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Anthony dan Sulimin selanjutnya bernegosiasi beberapa kali untuk mengurangi angka kewajiban pajak. Akhirnya disepakati angka kewajiban pajak sebesar Rp 1,037 miliar. Menurut Laode, berdasarkan kesepakatan pengurangan itu, juga terjadi komitmen pemberian uang sebesar Rp 320 juta yang diberikan secara bertahap.

    Baca: Kena OTT, Kepala Daerah Pasuruan Diperiksa KPK di Kantor Polisi

    Tahap awal, pemberian uang dilakukan via setoran bank dari rekening Anthony ke rekening anak Sulimin sebesar Rp 20 juta. Pemberian uang tahap kedua terjadi pada 2 Oktober 2018. Uang diberikan secara tunai sebesar Rp 100 juta dari Anthony kepada Sulimin di rumah Sulimin. Tahap ketiga akan diberikan sebesar Rp 200 juta kepada La Masikamba, namun ketiganya tertangkap tangan oleh penyidik KPK, pada Rabu, 3 Oktober 2018.

    Kata Laode, sebelum adanya komitmen Rp 320 juta, La Masikamba diduga menerima pemberian lainnya dari Anthony sebesar Rp 550 juta pada 10 Agustus 2018. Bukti setoran tersebut terekam dalam buku tabungan atas nama Muhamad Said yang disita KPK dari tangan La Masikamba.

    Atas perbuatannya, Anthony disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

    Adapun Sulimin dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP.

    Sedangkan La Masikamba disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 dan Pasal 12B UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.