Selasa, 23 Oktober 2018

Survei: Jokowi Paling Konsisten Perjuangkan Pancasila

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan sambutannya saat membuka rapat kerja Kepala Perwakilan Republik Indonesia (KEPPRI) di Gedung Pancasila, Kemenlu, Jakarta, 11 Februari 2018. Raker tersebut dihadiri 134 kepala perwakilan para dubes dengan tema Diplomasi Zaman Now. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo memberikan sambutannya saat membuka rapat kerja Kepala Perwakilan Republik Indonesia (KEPPRI) di Gedung Pancasila, Kemenlu, Jakarta, 11 Februari 2018. Raker tersebut dihadiri 134 kepala perwakilan para dubes dengan tema Diplomasi Zaman Now. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Survei Indonesia Denny JA dalam survei terbaru menyebut Joko Widodo atau Jokowi sebagai calon presiden yang paling konsisten memperjuangkan Pancasila. Hal itu berdasarkan survei terbaru mereka yang digelar pada 14-22 September lalu.

    Baca juga: Ini Pesan Jokowi di Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

    Survei tentang kerinduan publik terhadap Indonesia yang kuat dalam Pemilihan Umum atau Pemilu 2019 itu menyimpulkan mayoritas masyarakat mengatakan Indonesia yang kuat akan lahir karena presiden yang kuat, partai politik yang kuat, dan paham Pancasila yang kuat.

    Dalam salah satu komponen survei itu, LSI menanyakan nama calon presiden yang diyakini paling konsisten memperjuangkan Pancasila. "Menurut Bapak/Ibu, siapa calon presiden yang paling diyakini konsisten tanpa kompromi memperjuangkan dan mempertahankan Pancasila?" kata peneliti LSI, Rully Akbar, saat konferensi pers di kantor mereka, Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis, 4 Oktober 2018, saat membacakan pertanyaan survei.

    Hasilnya, sebanyak 65,8 persen masyarakat menjawab capres Joko Widodo atau Jokowi dinilai paling konsisten memperjuangkan dan mempertahankan Pancasila.

    Adapun 28,7 persen lainnya menilai Prabowo yang lebih konsisten perihal Pancasila dibandingkan dengan Jokowi. Sedangkan 5,5 persen lainnya memutuskan tak memberi jawaban atau abstain.

    Hasil survei ini menunjukkan bahwa isu Jokowi dan Partai Komunis Indonesia (PKI) tak digubris lagi oleh masyarakat. Sebab, masyarakat menilai tidak ada peneliti atau kompetitor politik yang mengungkap secara pasti keterlibatan Jokowi dalam partai tersebut.

    "Publik juga ternyata enggak masalah dengan PKI dan sudah enggak memainkan lagi isu-isu primordial," kata Rully.

    Baca juga: Mahasiswa Deklarasi Lawan Radikalisme di Hari Lahir Pancasila...

    Selain memilih capres, survei melansir partai apa yang paling dipercaya memperjuangkan Pancasila. Hasilnya, sebanyak 36,8 persen peserta survei menyebut PDIP berada di peringkat pertama. Angka kepercayaan publik terhadap PDIP mencapai 36,8 persen.
    Selanjutnya, disusul Partai Golkar sebanyak 18,7 persen.

    Lantas Partai Gerindra 11,8 persen, Partai Demokrat 8,6 persen, dan PKB 6,5 persen. Sisanya sebanyak 7,1 persen peserta survei memilih partai lainnya. Sedangkan 10,5 persen di antaranya abstain.

    Survei LSI ini dilakukan pada 14-22 September 2018 dengan responden berjumlah 1.200 orang. Wawancara untuk survei dilakukan dengan metode tatap muka menggunakan kuesioner. Survei juga dilengkapi dengan forum group discussion (FGD) dan analisis media serta wawancara mendalam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.