Kena OTT, Kepala Daerah Pasuruan Diperiksa KPK di Kantor Polisi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. Dok.TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ilustrasi Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. Dok.TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, Febri Diansyah, membenarkan kabar tentang adanya operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah Pasuruan, Jawa Timur. "Kami konfirmasi ada kegiatan tim penindakan di daerah Jawa Timur, khususnya Pasuruan," kata Febri dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 4 Oktober 2018.

    KPK menangkap enam orang, menyita sejumlah uang, dan barang bukti perbankan. “Tim sedang menghitung jumlah uang," ujar Febri.

    Baca: Kasus Lucas, KPK Periksa Pegawai AirAsia dan Imigrasi Bandara

    Kabarnya, kepala daerah di Pasuruan yang diduga ditangkap KPK adalah Wali Kota Pasuruan Setiyono. Namun Febri menolak mengkonfirmasi mengenai ini, juga lima nama lainnya. "Selengkapnya akan diumumkan saat konferensi pers," ujarnya.

    Beredar pula kabar tentang ruangan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Pemerintah Kota Pasuruan telah disegel KPK.

    Baca: KPK Tangkap Pejabat Kantor Pajak Ambon-Papua dalam OTT di Ambon

    Hingga laporan ini ditulis, pemeriksaan terhadap kepala daerah, pejabat setempat, dan pihak swasta masih berlangsung di kantor kepolisian terdekat. Menurut Febri, uang yang disita merupakan indikasi adanya transaksi mengenai proyek yang dianggarkan pada 2018.

    KPK akan mempertimbangkan untuk membawa pihak yang relevan untuk diperiksa lebih lanjut ke kantor KPK di Jakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.