Kasus PLTU Riau-1, Sidang Perdana Johannes Budisutrisno Kotjo

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengusaha Johannes B. Kotjo ditahan usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait suap kepada Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dalam proyek pembangunan PLTU Riau-1. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Pengusaha Johannes B. Kotjo ditahan usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait suap kepada Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dalam proyek pembangunan PLTU Riau-1. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Bekas pemilik saham Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo menjalani sidang pembacaan dakwaan dalam perkara suap proyek PLTU Riau-1 pada Kamis, 4 Oktober 2018. Sidang rencananya akan berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

    Baca: Kasus PLTU Riau-1, KPK Terima Pengembalian Uang Rp 1,7 Miliar

    "Besok (hari ini) direncanakan persidangan pertama untuk terdakwa Johannes Kotjo yang sudah kami proses pasca-tangkap tangan dilakukan beberapa waktu yang lalu," kata juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah, Rabu, 3 Oktober 2018.

    Febri mengatakan dakwaan Kotjo akan mengurai kronologis kasus PLTU Riau-1, termasuk mengenai pihak yang pernah bertemu dan membahas proyek tersebut. Dakwaan, kata dia, juga akan menerangkan konstruksi kerja sama dan penunjukan perusahaan Kotjo sebagai penggarap proyek. "Lebih lanjut besok di persidangan," kata dia.

    KPK menangkap Kotjo bersama Eni Maulani Saragih yang saat itu masih menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Energi DPR pada 13 Juli 2018. KPK menyangka Kotjo menyuap Eni Saragih Rp 4,8 miliar untuk memuluskan proses penandatanganan kerja sama proyek pembangunan PLTU Riau-1. Blackgold merupakan salah satu perusahaan yang menggarap proyek pembangkit tersebut.

    Baca: Akbar Tandjung Khawatir Kasus PLTU Riau-1 Gerus Suara Golkar

    Dalam pengembangan penyidikan, KPK menetapkan mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham sebagai tersangka penerima janji suap dari Kotjo. KPK menyangka Kotjo menjanjikan USD 1,5 juta kepada Idrus untuk tujuan yang sama dengan Eni.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.