Timses Akan Laporkan yang Seret Jokowi di Kasus Ratna Sarumpaet

Reporter

Kiri: foto Ratna Sarumpaet dengan wajah lebam yang diakuinya akibat penganiayaan, disebar lewat akun Twitter Rachel Maryam pada awal Oktober 2018. Kanan: Foto Ratna yang diambil pada 9 April 2018. Twitter.com/cumarachel (kiri) ; TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - KH Ma'ruf Amin Ade Irfan Pulungan mengatakan tim-nya akan melaporkan pihak yang menyudutkan pasangan Joko Widodo atau Jokowi dan Ma'ruf Amin kepada Mabes Polri sehubungan dengan berita bohong penganiayaan Ratna Sarumpaet.

"Berdasarkan pertimbangan hukum dan fakta-fakta, kami akan melaporkan pihak-pihak yang menyudutkan pasangan calon Presiden Jokowi-Ma'ruf Amin kepada Mabes Polri," kata Irfan di Posko Cemara, Jakarta pada Rabu malam, 3 Oktober 2018.

Baca: Ratna Sarumpaet: Saya Adalah Pencipta Hoax Terbaik

Menurut Irfan, tindakan membuat dan menyebarkan berita bohong adalah perbuatan pidana sebagaimana diatur dalam pasal 28 ayat 2 Juncto Pasal 45 ayat 2 UU No. 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Tim sukses Jokowi-Ma'ruf juga akan meminta Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu untuk mengkaji kemungkinan adanya pelanggaran kampanye yang dilakukan Ratna selaku juru kampanye Badan Pemenangan Nasional pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. “Sebagai jurkam, dia (Ratna Sarumpaet) membuat kebohongan untuk meraih simpati masyarakat dan membentuk opini masyarakat yang bertujuan menguntungkan pasangan capres Prabowo - Sandi," ujar Irfan.

Baca:Prabowo Minta Maaf Ikut Menyuarakan Kabar Bohong Ratna Sarumpaet

Tim advokasi dan hukum Jokowi - Ma'ruf juga akan meminta Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat memeriksa dugaan adanya keterlibatan anggota DPR yang turut menyebarkan berita bohong itu karena tidak patut, tidak etis sebagai wakil rakyat.

Sejumlah politikus di kubu Prabowo berang dengan kabar penganiyaan terhadap Ratna Sarumpaet. Prabowo sampai menggelar konferensi pers pada kemarin, 2 Oktober 2018. Prabowo menilai penganiaya seniman teater itu pengecut. Alasannya, kekerasan dilakukan terhadap perempuan berusia 70 tahun. Tindakan ini, kata Prabowo, mengancam keberlangsungan demokrasi.

Simak: Kata Ma'ruf Amin Soal Hoax Penganiayaan Ratna Sarumpaet ...

Oleh kubu Jokowi, pernyataan Prabowo itu dinilai secara tidak langsung telah menuduh Pemerintahan Jokowi dengan kata-kata pengecut karena melakukan kekerasaan, bahkan menganiaya perempuan berusia 70 tahun yang memperjuangkan demokrasi dan keadilan.

Rabu sore, 3 Oktober 2018,  Ratna Sarumpaet mengaku telah berbohong tentang kasus penganiayaan yang menimpanya. Ibunda aktris Atiqah Hasiholan itu tidak pernah dianiaya. Luka lebam di wajahnya bukan karena dipukuli tapi karena menjalani operasi sedot lemak di Rumah Sakit Bina Estetika di Menteng, Jakarta.






Perpindahan Federasi Jordi Amat Direstui FIFA, Siap Bela Timnas Indonesia di Piala AFF

53 detik lalu

Perpindahan Federasi Jordi Amat Direstui FIFA, Siap Bela Timnas Indonesia di Piala AFF

Dua pemain naturalisasi, Jordi Amat dan Sandy Walsh, sudah resmi diizinkan pindah status federasi.


Terkini Bisnis: Modus Pembobolan Rekening Bank, Provinsi dengan UMP Terendah

7 menit lalu

Terkini Bisnis: Modus Pembobolan Rekening Bank, Provinsi dengan UMP Terendah

Berita terkini ekonomi dan bisnis hingga Rabu sore, 30 November 2022 antara lain tentang modus pembobolan rekening bank.


Joko Widodo Bertemu Relawan Jokowi di SUGBK, Segini Biaya Sewa Stadion GBK

1 jam lalu

Joko Widodo Bertemu Relawan Jokowi di SUGBK, Segini Biaya Sewa Stadion GBK

Pertemuan Presiden Joko Widodo bertemu relawan Jokowi di SUGBK banyak mendapat sorotan. Mau tahu berapa tarif atau biaya sewa Stadion GBK?


Jokowi Menyayangkan APBD yang Masih Mengendap Rp 278 Triliun: Ini Keliru Besar

1 jam lalu

Jokowi Menyayangkan APBD yang Masih Mengendap Rp 278 Triliun: Ini Keliru Besar

Jokowi mengatakan investasi asing yang tengah dikejar pemerintah pusat menjadi percuma apabila APBD sendiri tidak dibelanjakan.


DPR Setuju Revisi UU IKN, Dasco: Supaya Implementasinya Tepat

2 jam lalu

DPR Setuju Revisi UU IKN, Dasco: Supaya Implementasinya Tepat

DPR setuju melakukan revisi UU IKN setelah melalui kajian yang matang. Dasco menyebut soal kenapa revisi diperlukan pada UU IKN.


RI Kalah dalam Gugatan Ekspor Nikel, Jokowi: Enggak Apa-apa, Kita Ajukan Banding

3 jam lalu

RI Kalah dalam Gugatan Ekspor Nikel, Jokowi: Enggak Apa-apa, Kita Ajukan Banding

Presiden Jokowi menegaskan Indonesia akan tetap menghentikan ekspor bahan mentah nikel, meski kalah dalam gugatan di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).


Jokowi Ingatkan Bahlil Target Investasi Rp 1.200 Triliun: Jangan Nanti Minta Maaf, Tidak Tercapai

3 jam lalu

Jokowi Ingatkan Bahlil Target Investasi Rp 1.200 Triliun: Jangan Nanti Minta Maaf, Tidak Tercapai

Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengingatkan Bahlil Lahadalia bahwa target investasi sebesar Rp 1.200 triliun harus tercapai.


Diminta Politikus PDIP Tinggalkan Relawan, Jokowi: Hehe, Terima Kasih

3 jam lalu

Diminta Politikus PDIP Tinggalkan Relawan, Jokowi: Hehe, Terima Kasih

Presiden Jokowi tak menanggapi soal pernyataan politikus PDIP agar dirinya meninggalkan relawan. Permintaan itu muncul pasca-acara Nusantara Bersatu.


Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara 27 Persen, Jokowi Ingatkan Gubernur Hati-hati

4 jam lalu

Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara 27 Persen, Jokowi Ingatkan Gubernur Hati-hati

Jokowi menyebut pertumbuhan ekonomi di Maluku Utara mencapai 27 persen. Tertinggi di dunia.


Gubernur BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Tembus 4,5-5,3 Persen pada 2023

4 jam lalu

Gubernur BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Tembus 4,5-5,3 Persen pada 2023

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 bisa mencapai 4,5-5,3 persen.