Kemendes PDTT Dukung Eks Pekerja Migran Berkarya di Desa

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Delapan Pekerja Migran dapat Penghargaan TKI Inspiratif

    Delapan Pekerja Migran dapat Penghargaan TKI Inspiratif

    INFO NASIONAL – Dukungan terhadap pekerja migrant Indonesia (PMI) turut diberikan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI).

    Menurut Direktur Jenderal Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dirjen PPMD) Kemendes PDTT Taufik Madjid, dukungan Kemendes PDTT terhadap PMI di antaranya melalui Balai Latihan Masyarakat (BLM) yang dimiliki Kemendes PDTT yang dapat menjadi pusat pelatihan dan pengembangan keterampilan PMI yang telah kembali ke Indonesia.

    "Kami juga mengembangkan usaha pertanian di wilayah-wilayah kantong PMI melalui program pengembangan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Jadi, dengan skema Prukades atau BUMDes para tenaga kerja yang sudah purna kembali ke desa bisa melakukan usaha-usaha produktif di desa sehingga ada kesinambungan untuk tetap meningkatkan kesejahteraan mereka," kata Taufik saat mengikuti rapat kerja pelaksanaan Undang-undang Nomor 18/ 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia bersama DPR RI di Ruang Rapat Pansus B, Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, Rabu,3 Oktober 2018.

    Selain itu, Taufik menambahkan, pemberdayaan masyarakat eks pekerja migran bisa dilakukan melalui anggaran yang berasal dari dana desa, sehingga dapat bertahan hidup setelah kembali ke Indonesia.

    "Kami berharap PMI yang kembali ke Indonesia bisa tetap sejahtera dan bisa membangun desanya masing-masing dengan segala kemampuan yang mereka miliki," kata Taufik yang didampingi Plt Dirjen Pengembangan Kawasan Perdesaan (PKP) Kemendes PDTT Harlina Sulistyorini.

    Menurut Taufik, Kemendes telah melakukan kerja sama dengan Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) dalam memberdayakan desa-desa yang menjadi kantong pekerja migran melalui program desmigratif agar desa-desa mampu membangun usaha secara mandiri dan produktif.

    Ruang lingkup kerja sama tersebut di antaranya meningkatkan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat desmigratif yang dapat dilakukan melalui dana desa, menumbuhkembangkan usaha produktif desa atau kawasan perdesaan migran produktif berbasis sumber daya alam dan teknologi tepat guna.

    “Diberikan pula pelatihan, pemberdayaan, pendampingan dan pembinaan calon pekerja migran atau pekerja migran purna serta keluarganya yang dapat difasilitasi oleh tenaga pendamping desa," kata Taufik.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.