Jumat, 14 Desember 2018

Ratna Sarumpaet: Saya Minta Maaf ke Pak Prabowo dan Amien Rais

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis Ratna Sarumpaet saat konfrensi pers terkait berita bohong soal Pengeroyokan yang terjadi pada dirinya, Rabu, 3 Oktober 2018 di Jakarta Timur. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    Aktivis Ratna Sarumpaet saat konfrensi pers terkait berita bohong soal Pengeroyokan yang terjadi pada dirinya, Rabu, 3 Oktober 2018 di Jakarta Timur. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    TEMPO.CO, JakartaRatna Sarumpaet meminta maaf soal kabar bohong penganiayaan yang menimpanya kepada calon Presiden Prabowo Subianto. "Saya meminta maaf terutama kepada Pak Prabowo Subianto yang kemarin dengan tulus membela saya. Membela kebohongan yang saya buat. Saya nggak tahu apa rencana Tuhan dari semua ini," kata dia.

    Baca juga: Kejanggalan Dugaan Penganiayaan Terhadap Ratna Sarumpaet

    Ratna Sarumpaet berjanji akan memperbaiki masalah ini. Ia juga meminta maaf kepada Amien Rais yang juga dengan sabar mendengar kebohongan soal penganiayaan dirinya. "Saya meminta maaf juga kepada teman-teman di koalisi 02," ujar dia dalam konferensi pers yang digelar di rumahnya, Rabu 3 Oktober 2018.

    Ratna juga meminta maaf kepada ibu-ibu atau emak-emak yang selalu menyebut namanya dalam perjuangannya. "Aku tahu kalian kecewa," ujarnya.

    Kabar penganiayaan kepada Ratna Sarumpaet bergulir sejak kemarin. Foto wajah Ratna yang mengalami lebam-lebam menyebar cepat di media sosial. Kabar pemukulan kepada Ratna Sarumpaet pun tersebar.

    Baca juga: Soal Ratna Sarumpaet, Bandara Husein Bandung: Tak Ada Jadwal Penerbangan Malam

    Beberapa tokoh di koalisi Prabowo kemudian ramai-ramai mengecam atas kasus dugaan penganiayaan itu. Prabowo dan Amien Rais pun kemudian bertemu dengan Ratna Sarumpaet. Selesai pertemuan, Ratna tak ikut berbicara kepada wartawan.

    Prabowo yang berbicara kepada wartawan mengecam dugaan penganiayaan kepada Ratna Sarumpaet. Namun belakangan, media sosial diramaikan dengan analisis bahwa kabar pemukulan itu kemungkinan besar hoax.

    Ratna akhirnya mengungkap bahwa kabar penganiayaan terhadap dirinya adalah fiktif. Ia mengarang cerita itu setelah menjalani operasi sedot lemak di pipi. Saat pulang, wajahnya masih lebam-lebam. Saat itulah ia mengarang cerita kepada anaknya bahwa ia dipukul.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Antikorupsi Partai Politik Diragukan

    Partai-partai mengklaim berkomitmen antikorupsi melawan korupsi setelah para petingginya ditangkap KPK. Berikut empat di antaranya....