Cerita Gubernur Sulbar Soal Bantuan untuk Gempa Palu yang Dijarah

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Sulawesi Barat Ali baal Masdar, dan Bupati Pasangkayu (Mamuju Utara) Agus Ambo Jiwa, menyerahkan bantuan untuk korban bencana. Foto/istimewa

    Gubernur Sulawesi Barat Ali baal Masdar, dan Bupati Pasangkayu (Mamuju Utara) Agus Ambo Jiwa, menyerahkan bantuan untuk korban bencana. Foto/istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua truk bermuatan bantuan logistik untuk korban gempa Palu dijarah di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa 2 Oktober 2018. Bantuan logistik ini berasal dari pemerintah Sulawesi Barat.

    "Penjarahan justru dilakukan oleh orang yang wilayahnya tidak terdampak gempa. Mereka berdalih juga memerlukan makan," kata Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar kepada Tempo, Selasa, 2 Oktober 2018.

    Baca: Bantuan Gempa Palu Donggala Diprioritaskan Lewat Laut dan Udara

    Ali berada di lokasi saat penjarahan itu terjadi. Ia berangkat bersama dengan Bupati Pasangkayu, Agus Ambodjiwa. Selain mereka, beberapa personil tenaga medis ikut dalam rombongan.

    Dua truk yang dijarah, kata Ali, termasuk dalam rombongan iring-iringan dua puluh mobil lainnya yang juga mengangkut berbagai keperluan pengungsi. Rombongan ini berangkat dari Kabupaten Pasangkayu yang berjarak sekitar 120 kilometer dari Palu.

    Ali menuturkan dengan menggunakan kendaraan roda empat, perjalanan dari Pasangkayu menuju perbatasan Donggala membutuhkan waktu 45 menit, sedangkan perjalanan dari Donggala ke Palu ditempuh sekitar satu jam. Menurut dia, masyarakat banyak berkumpul di sepanjang jalan rute menuju Donggala dan Palu. "Untuk menghindari kejadian serupa, bantuan berikutnya kemungkinan disalurkan via jalur laut," ujarya.

    Baca: Kisah Anggota Basarnas Mengevakuasi Korban Gempa dan Tsunami Palu

    Sementara itu, Bupati Pasangkayu Agus Ambodjiwa mengatakan iring-iringan rombongan pembawa bantuan sebenarnya telah mendapatkan pengawalan aparat keamanan. Meski demikian, penjarah tetap nekat menyerbu bantuan di dalam bak truk. “Memang mereka butuh makan, tapi karena daerah mereka tidak rusak akibat gempa, mestinya mereka bisa makan tanpa perlu menjarah,” kata dia.

    Agus juga berujar dirinya tak melihat aparat yang berjaga-jaga di sepanjang jalan penyaluran bantuan. Menurut dia, aparat keamanan setempat semestinya memberi pemahaman kepada warganya agar tidak menghalangi pengiriman bantuan. “Saya lihat mereka yang berkumpul di jalanan itu orang-orang lokal,” ujarnya.

    Baca: Jokowi Kembali Kunjungi Lokasi Bencana Gempa dan Tsunami Palu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.