Ada Kabar Wali Kota Meninggal, Daftar Hoax Seputar Tsunami Palu

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi Masjid Baiturrahman setelah dihantam gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa, 2 Oktober 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Kondisi Masjid Baiturrahman setelah dihantam gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa, 2 Oktober 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menemukan sejumlah konten berisi informasi hoax pascabencana gempa Donggala dan tsunami Palu di Sulawesi Tengah. "Kementerian Kominfo sejak Sabtu, 29 September 2018, memantau konten negatif yang beredar di jaringan internet baik melalui situs maupun media sosial dan platform perbincangan," kata pelaksana tugas Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu, Selasa, 2 Oktober 2018.

    Baca: JK: Indonesia Tolak Bantuan dari AS untuk Gempa Donggala dan Palu

    Dari sejumlah hoaks yang beredar, Kementerian Kominfo pun mengimbau agar masyarakat tidak mudah mempercayai dan menyebarluaskan informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya atau tidak jelas sumbernya.

    Ferdinandus menuturkan, jika ada informasi yang diduga mengandung hoax baik seputar gempa Donggala dan tsunami Palu atau yang lainnya, masyarakat dapat melaporkannya melalui laman aduankonten.id, email aduankonten@kominfo.go.id atau mention ke akun Twitter @aduankonten.

    Berikut beberapa hoax temuan Kominfo:


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.