Kata JK soal Perbedaan Kondisi Korban Gempa Palu dengan Lombok

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wapres Jusuf Kalla, Mendes PDTT, Menteri Kesehatan dan rombongan mengadiri rembuk desa di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kamis, 5 Juli 2018.

    Wapres Jusuf Kalla, Mendes PDTT, Menteri Kesehatan dan rombongan mengadiri rembuk desa di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kamis, 5 Juli 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK mengatakan korban bencana gempa di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, terlihat lebih panik dibandingkan korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

    Baca: Jokowi Tunjuk JK Jadi Komandan Penanganan Bencana Palu - Donggala

    "Ini terjadi di perkotaan. Jadi di perkotaan itu berbeda dengan pedesaan. Kalau di pedesaan seperti Lombok, itu ekonomi tetap jalan," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 2 Oktober 2018.

    JK mengatakan pascabencana gempa di Lombok, perekonomian di sana tetap berjalan karena masih ada padi dan tembakau. Sedangkan di kawasan perkotaan, seperti Palu, ekonomi langsung mandek karena listrik padam.

    "Kenapa kelihatan panik di Palu? Karena listrik dan telekomunikasi tiba-tiba mati. Anda masih bisa jalan enggak tanpa handphone? Enggak bisa lagi kan," katanya.

    JK melanjutkan, "Kalau satu juta orang tiba-tiba kehilangan handphone-nya dikantongi tidak bisa bunyi gimana? pasti panik dia kan. Listrik mati tidak bisa nonton TV? Panik dia."

    Baca: JK: Bantuan Luar Negeri Gempa Palu dan Donggala untuk Dua Hal

    Gempa berkekuatan 7,4 skala Richter mengguncang Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat pekan lalu. Gempa ini mengakibatkan gelombang tsunami menerjang Pantai Talise di Kota Palu dan beberapa pantai di Donggala. Akibat gempa dan tsunami Palu ini, hampir seribu orang dikabarkan tewas.

    Adapun Lombok juga mengalami rentetan gempa bumi berkekuatan di atas 6 hingga 7 Skala Richter, yang terjadi sejak 29 Juli hingga 19 Agustus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.