Sandiaga Minta Kasus Penganiayaan Ratna Sarumpaet Diusut Tuntas

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, kunjungan ke Thamrin City, Jakarta Pusat, saat Hari Batik Nasional, Selasa, 2 Oktober 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, kunjungan ke Thamrin City, Jakarta Pusat, saat Hari Batik Nasional, Selasa, 2 Oktober 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden Sandiaga Uno menilai pelaku penganiayaan terhadap aktivis Ratna Sarumpaet sebagai orang yang keji dan tidak beradab. Apalagi, Ratna adalah seorang ibu yang sudah berumur. Peristiwa itu, menurut dia, seharusnya tidak menimpa aktivis perempuan ini.

    Baca: Ratna Sarumpaet Dipukuli, Fadli Zon: Jahat dan Biadab Sekali

    Mantan wakil gubernur DKI Jakarta tersebut meminta kasus yang menimpa anggota tim pemenangannya dalam kontestasi pilpres ini segera diusut tuntas. Apalagi, menurut Sandiaga, Ratna tengah menerima ancaman dan kini sedang berada dalam kondisi sangat ketakutan.

    "Saya lihat beliau ini patriot, punya visi untuk Indonesia ke depan. Tapi jalan yang ditempuh mungkin enggak sesuai dengan beberapa kelompok masyarakat," ujar Sandiaga.

    Baca: Hari Batik Nasional, 3 Selebriti Tunjukkan Cintanya pada Batik

    Saat ini, tim pemenangan Prabowo dan Sandiaga Uno tengah berkoordinasi dengan Ratna. Prabowo dikabarkan bakal menjenguk Ratna ke rumahnya Selasa sore ini.

    Sementara itu, menurut pantauan Tempo, kediaman Ratna di Jalan Kampung Melayu Kecil Nomor 24, Jakarta Selatan, terlihat sepi. Gerbang samping rumah itu digembok rapat. Hanya tampak seorang tamu pria berambut gondrong keluar dari rumah tersebut. Menurut dia, Ratna sedang tidak bisa diganggu.

    Adapun anak sulung Ratna, Mohamad Iqbal, yang sempat keluar menemui wartawan mengatakan ibunya pergi sejak siang. "Mungkin berobat," kata Iqbal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.