Sandiaga Sebut Ratna Sarumpaet dalam Ketakutan Luar Biasa

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, kunjungan ke Thamrin City, Jakarta Pusat, saat Hari Batik Nasional, Selasa, 2 Oktober 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, kunjungan ke Thamrin City, Jakarta Pusat, saat Hari Batik Nasional, Selasa, 2 Oktober 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktivis Ratna Sarumpaet dipukuli orang tak dikenal di Bandung pada 21 September 2018. Kabar itu beredar setelah foto bermuatan gambar wajah Ratna yang lebam beredar di grup WhatsApp pada Selasa pagi, 2 Oktober.

    Baca: Ratna Sarumpaet Dipukuli, Fadli Zon: Jahat dan Biadab Sekali

    Calon wakil presiden Sandiaga Uno telah mendengar kabar itu dari Prabowo Subianto. "Kemarin saya ditunjukkan gambar Ibu Ratna itu oleh Pak Prabowo. Sangat menyedihkan," ujar Sandiaga saat ditemui wartawan di Thamrin City, Jakarta Pusat, Selasa, 2 Oktober 2018.

    Sandiaga mengaku bersimpati dan menyayangkan hal itu terjadi bila benar adanya. Namun ia ingin memverifikasi kebenarannya lebih dulu.

    Adapun Sandiaga mengatakan Prabowo sedang berkoordinasi dengan Ratna. Sandiaga berujar, Ratna saat ini sedang berada dalam ketakutan luar biasa. "Ceritanya beliau menerima tindak kekerasan," ujar Sandiaga.

    Sebelumnya, politikus Partai Gerindra, yang pernah menjadi pengacara Ratna, Habiburakhman, sedang mengkonfirmasi kebenaran itu. Dia mengatakam sudah berupaya menelepon Ratna namun tak diangkat.

    Baca: Jadi Korban Penganiayaan, Polisi Minta Ratna Sarumpaet Lapor

    "Tapi saya ingat dia ajak ketemu saya tanggal 22 dan 24 kemarin," ujarnya saat dihubungi Tempo pada Selasa, 2 Oktober 2018. Lantaran Habiburakhman sibuk, ia tak sempat menemui Ratna.

    Pada 24 September, dia mengisahkan bahwa Ratna sempat menelepon beberapa kali, namun tak diangkat. Dia pun menduga ajakan ketemuan itu bertalian dengan peristiwa pemukulan. "Mungkin Ratna mau cerita kepada saya. Kan saya jadi enggak enak sekarang," kata dia kepada Tempo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.