Mendikbud: Guru Profesional Punya Tanggung Jawab Sosial

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayan Prof. Dr. Muhadjir Effendy, menghadiri Lokakarya Nasional 2018, pada peringatan Hari Guru Sedunia, 5 Oktober 2018 di Jakarta.

    Menteri Pendidikan dan Kebudayan Prof. Dr. Muhadjir Effendy, menghadiri Lokakarya Nasional 2018, pada peringatan Hari Guru Sedunia, 5 Oktober 2018 di Jakarta.

    INFO NASIONAL - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy mengungkapkan, bahwasanya dalam dunia pendidikan, profesi guru merupakan akar rumputnya (grassroot). “Dengan akar yang kuat dan sehat maka pendidikan akan subur dan hijau,” ujarnya saat memberi sambutan dalam peringatan Hari Guru se-Dunia (World Teacher’s Day) 2018 di Gedung Ki Hadjar Dewantara, komplek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada Selasa, 2 Oktober 2018.

    Hari Guru se-Dunia sendiri diperingati setiap 5 Oktober. “Tahun ini merupakan pertama kalinya Indonesia turut merayakan dan hari ini bertepatan dengan peringatan Hari Batik Nasional,” kata Menteri Muhadjir. Pemerintah, lanjutnya, terus berusaha keras menjadikan guru sebagai pekerjaan profesional. “Profesional yang berdedikasi penuh untuk profesinya dan guru profesional yang punya tanggung jawab sosial. Karena tanpa tanggung jawab sosial akan bisa membahayakan masyarakat,” katanya.

    Dalam peringatan ini, Kemendikbud bekerja sama dengan United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) dan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) menggelar lokakarya nasional. “Lokakarya yang dihadiri lebih dari 350 peserta dari seluruh Indonesia ini mengangkat tema Hak atas Pendidikan berarti Hak untuk Guru dan Tenaga Kependidikan yang Berkualitas,” ujar Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Supriano.

    Momentum ini juga jadi penanda prestasi yang membanggakan yang diraih oleh Kemendikbud. “Indonesia meraih anugerah penghargaan UNESCO-Hamdan bin Rashid Al-Maktoum,” kata Head of Education Unit UNESCO Jakarta Office Mee Young Choi yang hadir didampingi Christine Hakim selaku UNESCO Goodwill Ambassador for Teacher Education in South East Asia.

    Penghargaan ini sebagai apresiasi atas Praktik Luar Biasa dan Kinerja dalam Meningkatkan Efektivitas Guru yang dijalankan dalam program Diklat Berjenjang Kemendikbud. Penghargaan akan diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal UNESCO kepada Kemendikbud pada 5 Oktober di Kantor Pusat UNESCO di Paris, Perancis.

    Sementara itu, Arief Rachman, Ketua Harian KNIU menyatakan bahwa guru harus lebih banyak mendidik sesuai UU Sisdiknas pasal 1 ayat 1. “Pendidikan yang sukses adalah pendidikan yang mampu mengantarkan pelajar menjadi bertaqwa, berkepribadian matang, berilmu mutakhir dan berprestasi, mempunyai rasa kebangsaan, serta berwawasan global,” katanya.

    350 peserta yang hadir terdiri dari guru dan tenaga kependidikan dari berbagai jenjang, universitas, sekolah internasional, hingga masyarakat sipil dan sekolah. Rangkaian acara juga diisi dengan panel presentasi olah para pakar di bidang pendidikan dan pemerintahan. Selain itu, juga ada gelar wicara yang menampilkan guru dan tenaga kependidikan berprestasi. Mereka berbagi tentang inovasi dan kreativitas dalam melaksanakan proses belajar mengajar dan kemempuan utuk terjun di kancah internasional. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.