Panglima TNI Ingin Balikpapan Jadi Tempat Evakuasi Tsunami Palu

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit TNI bersiap masuk ke pesawat untuk melakukan tugas misi kemanusian gempa Palu, Sulawesi Tengah, di Base Ops Pangkalan Udara Militer Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu, 29 September 2018. Panglima TNI melepas 200 prajurit TNI, 35 anggota Basarnas, dan dua perwakilan Kominfo guna memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena bencana gempa dan tsunami. ANTARA

    Prajurit TNI bersiap masuk ke pesawat untuk melakukan tugas misi kemanusian gempa Palu, Sulawesi Tengah, di Base Ops Pangkalan Udara Militer Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu, 29 September 2018. Panglima TNI melepas 200 prajurit TNI, 35 anggota Basarnas, dan dua perwakilan Kominfo guna memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena bencana gempa dan tsunami. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto akan berkoordinasi dengan pemerintahan daerah Balikpapan, Kalimantan Timur untuk menjadi tempat evakuasi dan penampungan korban gempa dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah.

    Baca: Jokowi: Raja Salman Tawarkan Bantuan untuk Korban Tsunami Palu

    "Kami akan berkordinasi dengan pemerintah Balikpapan sebagai tempat evakuasi korban gempa dan penampungan korban yang sakit" kata Hadi saat di temui di Markas TNI, Cilangkap Jakarta Timur, Selasa 2 Oktober 2018. Selain itu, Hadi melanjutkan Balikpapan juga diupayakan bisa menjadi tempat untuk menyalurkan bantuan ke Sulawesi Tengah.

    Hadi menyebutkan sejauh ini evakuasi dan penampungan korban gempa dan tsunami dibawa ke Makassar. Dia berharap nantinya, para korban juga bisa dievakuasi ke Balikpapan. Hadi menambahkan TNI telah menyiapkan pesawat Hercules dan kapal Pelni untuk mengakomodir evakuasi ke Balikpapan.

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban tewas akibat gempa dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah bertambah menjadi 844 orang, pada Senin, 1 Oktober 2018. Sedangkan 632 mengalami lukaberat dan 48.025 jiwa mengungsi.

    Simak juga: Jokowi Minta Polisi TNI Jaga Pusat Bisnis Pasca Tsunami Palu

    Gempa berkekuatan 7,4 SR mengguncang Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat, 28 September 2018. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berada di 0.18 Lintang Selatan dan 119.85 Bujur Timur atau 27 kilometer timur laut Donggala, Sulawesi Tengah. Gempa tersebut juga disertai tsunami setinggi 1,5-2 meter. Gempa ini memicu tsunami Palu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.