Pasca Tsunami Palu, Lima ATM Nyaris Dijarah di Palu

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para korban gempa dan tsunami bercengkrama di tenda pengungsian di Lapangan Vatulemo, depan kantor Wali Kota Palu, Sulawesi Tengah, Ahad, 30 September 2018. Para pengungsi di posko tersebut hingga kini masih membutuhkan bantuan makanan, tenda, dan obat-obatan. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Para korban gempa dan tsunami bercengkrama di tenda pengungsian di Lapangan Vatulemo, depan kantor Wali Kota Palu, Sulawesi Tengah, Ahad, 30 September 2018. Para pengungsi di posko tersebut hingga kini masih membutuhkan bantuan makanan, tenda, dan obat-obatan. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Humas Markas Besar Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan polisi telah menggagalkan lima kasus pencurian uang dari anjungan tunai mandiri (ATM) di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Ada segelintir orang yang ingin memanfaatkan kondisi pasca gempa dan tsunami Palu untuk mencuri uang di ATM.

    Simak: Dari Penjarahan sampai Bantuan Asing, 4 Kilas Balik Tsunami Palu

    "Dari percobaan pengambilan uang secara paksa dari ATM di Kota Palu, seluruhnya dapat digagalkan polisi," kata Irjen Setyo saat dihubungi, Jakarta, Senin, 1 Oktober 2018.

    Upaya pembobolan mesin ATM itu terjadi di empat tempat yang berbeda. Yaitu dua mesin ATM di Jalan Touwa, mesin ATM di Jalan S. Parman, mesin ATM di Universitas Islam Al Khaerat, dan mesin ATM di SPBU Jalan Diponegoro.

    Setyo mengatakan, polisi hanya bisa menangkap pelaku yang berusaha membobol AYM di Jalan S. Parman. Mereka terdiri dari empat orang yang sudah ditahan di Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah. Sementara itu, pelaku di tempat lain melarikan diri.

    Target pembobolan mesin ATM Bank Mandiri, BCA, BRI dan Danamon. "Untuk mencegah peristiwa serupa, sejumlah personel polisi disiagakan," kata Setyo.

    Simak juga: Penjarahan Usai Gempa Donggala, Wiranto: Ada yang Liar

    Sementara itu, Mabes Polri menegaskan bahwa penjarahan adalah tindakan kriminal. Polisi memang hanya memberikan toleransi bagi masyarakat korban gempa dan tsunami Palu untuk mengambil kebutuhan pokok dan makanan. "Lebih dari itu akan kami tangkap," kata Setyo.

    Tonton video saat satelit ungkap perubahan Kota Palu usai gempa dan tsunami disini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.