Sandiaga Jadi Endorser Dompet Dhuafa untuk Tsunami Palu

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden nomor urut 2, Sandiaga Uno (kiri), melakukan kampanye di Pasar Pocong, Bojong Kulur, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 26 September 2018. Sandiaga Uno menyerap aspirasi pedagang dan pembeli terkait dengan harga bahan pokok. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

    Calon wakil presiden nomor urut 2, Sandiaga Uno (kiri), melakukan kampanye di Pasar Pocong, Bojong Kulur, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 26 September 2018. Sandiaga Uno menyerap aspirasi pedagang dan pembeli terkait dengan harga bahan pokok. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, didapuk menjadi endorser lembaga penyalur zakat Dompet Dhuafa untuk membantu korban bencana gempa Donggala dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah. Sandiaga bertugas mengkampanyekan program crowdfunding atau dana iuran. Program tersebut mulai berjalan sejak Ahad, 30 September 2018.

    Baca: Istri Sandiaga Minta Emak-emak Tak Emosi Tanggapi Berita Negatif

    “Kami akan himpun bantuan lewat pemerintah, lalu melalui pegiat kewirausahaan sosial atau social entrepreneurship. Keduanya adalah jalur komplementer saat keadaan sedang seperti ini,” kata Sandiaga saat ditemui di kantor Dompet Dhuafa, Jalan Warung Jati Barat pada Senin, 1 Oktober 2018.

    Sandiaga optimistis langkah Dompet Dhuafa menggelar program crowdfunding itu tepat dan efektif. Dengan konsep dana iuran, ia membayangkan bantuan itu merupakan semangat gotong royong yang akan meringankan beban pengungsi gempa Donggala dan tsunami Palu. Program ini pun diakui lebih dapat dirasakan efeknya daripada kunjungannya langsung ke sana.

    Selain sumbangan material, Sandiaga mendorong adanya dukungan yang bersifat imaterial untuk penyembuhan trauma. “Sekarang masyarakat mengalami tekanan. Bukan hanya, fisik makanan, tapi juga psikologis,” kata Sandiaga.

    Simak juga: Sandiaga kepada Santri: Jadilah Santripeneur

    Gempa berkekuatan 7,4 SR melanda Donggala, Palu, dan Mamuju pada Jumat, 28 September 2018. Gempa diikuti tsunami tersebut mengakibatkan lebih dari 800 orang meninggal. Sebelumnya, Sandiaga menyatakan urung menyambangi Sulawesi Tengah. Musababnya, ia merasa momentumnya tak tepat lantaran berbarengan dengan musim kampanye. Ia khawatir langkahnya justru menimbukan gejolak politik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.