Pelajar di Klaten Berlomba Sumbang Korban Gempa dan Tsunami Palu

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pemukiman yang rusak akibat gempa Donggala berkekuatan 7,4 SR dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, pada 28 Agustus 2018. Data BNPB sementara mencatat korban tewas mencapai 384 jiwa, lebih dari 500 orang luka berat, 29 orang hilang dan ribuan rumah rusak. ANTARA/BNPB

    Suasana pemukiman yang rusak akibat gempa Donggala berkekuatan 7,4 SR dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, pada 28 Agustus 2018. Data BNPB sementara mencatat korban tewas mencapai 384 jiwa, lebih dari 500 orang luka berat, 29 orang hilang dan ribuan rumah rusak. ANTARA/BNPB

    TEMPO.CO, Klaten - Gempa dan tsunami Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat pekan lalu memantik rasa simpati dan solidaritas para pelajar di Klaten, Jawa Tengah. Mereka menggalang dana untuk membantu para korban.

    Baca: Korban Meninggal Gempa Donggala dan Tsunami Palu Jadi 844 Orang

    Sebanyak 300 siswa SMK Muhammadiyah 1 Prambanan menggelar salat gaib dan penggalangan dana pada Senin, 1 Oktober 2018. Pada waktu yang sama, 158 siswa SD Muhammadiyah Plus Karangjiwan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, juga menyelenggarakan kegiatan penggalangan dana untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

    "Salat gaib dan penggalangan dana ini merupakan upaya untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter kepada para siswa," kata Kepala SMK Muhammadiyah 1 Prambanan, Sukardi kepada Tempo, Senin, 1 Oktober 2018.

    Seusai menunaikan salat gaib berjamaah di lapangan basket, para siswa beserta guru dan karyawan sekolah langsung melakukan penggalangan dana. Hingga Senin siang, dana yang terkumpul dari SMK Muhammadiyah 1 Prambanan sebesar Rp 1,3 juta.

    Sukardi mengatakan, dana tersebut akan disalurkan melalui Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Muhammadiyah Klaten yang bersama Lembaga Amal Zakat, Infaq, dan Sedekah (Laziz) Muhammadiyah Klaten telah membuka Posko Kemanusiaan untuk menggalang bantuan bagi korban bencana di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulteng.

    "Kami juga berdoa agar semua saudara di Sulawesi tetap sabar dan tabah dalam menghadapi musibah ini. Semoga sumbangan kami, berapapun nilainya, dapat membantu meringankan beban mereka," kata Pramnan Lestari, salah satu siswa SMK Muhammadiyah 1 Prambanan.

    Baca: Evakuasi Korban Gempa dan Tsunami Palu Terkendala Alat Berat

    Di SD Muhammadiyah Plus Karangjiwan, Kabupaten Karanganyar, pihak sekolah juga mengimbau kepada seluruh siswanya untuk menyisihkan sebagian uang sakunya untuk menolong korban gempa dan tsunami di Sulteng.

    "Kotak infaq itu kami sediakan di halaman sekolah mulai hari ini sampai dua pekan mendatang. Seluruh uang yang terkumpul akan kami setorkan melalui rekening Laziz Muhammadiyah Karanganyar," kata Kepala SD Muhammadiyah Plus Karangjiwan, Aziz Fuadi, kepada Tempo.

    Di Klaten, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Klaten juga telah menginstruksikan penggalangan dana secara serentak kepada seluruh organisasi otonom (Ortom) dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) hingga ke tingkat ranting.

    "Sesuai petunjuk dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, kami langsung menginstruksikan kepada seluruh Pimpinan Cabang Muhammadiyah untuk menggerakkan ranting, Amal Usaha Muhammadiyah, takmir masjid, jamaah, pengajian-pengajian dan Jumatan untuk menggalang dana program #IndonesiaSiaga ini," kata Sekretaris PDM Klaten Ikak Sulistya.

    Iskak juga mengajak seluruh Ketua Majelis, Ortom, dan AUM untuk menggerakkan jejaring yang dimilikinya agar turut menyedekahkan sebagian hartanya. "Kepala AUM Pendidikan bisa menggerakkan guru dan karyawan. Sedangkan AUM non-pendidikan bisa menggerakkan pimpinan dan karyawan," kata Iskak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.