Evakuasi Korban Gempa dan Tsunami Palu Terkendala Alat Berat

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menurunkan jenazah korban gempa dan tsunami Palu untuk dimakamkan di Poboya, Mantikulore, Palu, Senin, 1 Oktober 2018. Sebanyak 18 jenazah dimakamkan secara bersamaan dan dilakukan bertahap. ANTARA

    Petugas menurunkan jenazah korban gempa dan tsunami Palu untuk dimakamkan di Poboya, Mantikulore, Palu, Senin, 1 Oktober 2018. Sebanyak 18 jenazah dimakamkan secara bersamaan dan dilakukan bertahap. ANTARA

    TEMPO.CO, Palu- Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola mengatakan proses evakuasi warga di daerah terdampak gempa dan tsunami Palu terkendala minimnya alat berat. "Tdak ada alat," ujar Longki di TPU Poboya, Palu, Sulawesi Tengah, Senin, 1 Oktober 2018.

    Menurut Longki, penyediaan alat berat sulit dipenuhi mengingat matinya jaringan komunikasi di Sulawesi Tengah. Selain itu, bahan bakar untuk alat berat sulit didapatkan. "Sekarang kondisinya seperti ini, darurat."

    Baca:Korban Jiwa Gempa dan Tsunami Palu Nyaris 1.000 Orang

    Gempa berkekuatan 7,7 skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat, 28 September 2018 pukul 17.02. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa pusat gempa berada di 0.18 Lintang Selatan dan 119.85 Bujur Timur atau 27 kilometer timur laut Donggala.

    Hingga Ahad siang kemarin, 30 September 2018, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sudah ada 832 korban meninggal. Ratusan orang diperkirakan luka-luka akibat gempa dan tsunami Palu. Banyak bangunan seperti rumah, kantor, dan fasilitas umum rusak. Perekonomian Palu lumpuh total sejak hari pertama bencana.

    Baca:Cerita Jokowi tentang Situasi Seusai Gempa dan Tsunami Palu

    Longki mengatakan salah satu alat berat yang sulit didatangkan adalah eskavator. Menurut dia, evakuasi korban dengan alat berat seharusnya dapat dipenuhi oleh lembaga teknis. "Sebenarnya yang punya teknik dalam rangka evakuasi itu lembaga teknis."

    Longki menuturkan Pemda sudah mendatangkan enam unit eskavator untuk membantu evakuasi. Eskavator ini akan digunakan untuk mengevakuasi korban gempa di kawasan Balaroa. "Baru mau ke sana, baru hari ini," ujar dia.

    Simak: Cerita Saksi Mata Ungkap Detik-detik Gempa dan Tsunami Palu

    Longki menjelaskan masih belum mengetahui kondisi beberapa daerah yang terdampak gempa dan tsunami Palu, terutama Kabupaten Donggala. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya jaringan komunikasi seluler di Palu sejak gempa. Ia hanya bisa berkomunikasi dengan Wali Kota Palu dan Bupati Sigi. “Donggala sama sekali saya tak bisa hubungi," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.