Rumah Sakit Kekurangan Tenaga Tangani Korban Tsunami Palu

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenda pengungsi bagi warga korban gempa dan tsunami di halaman rumah dinas gubernur di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu, 29 September 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Tenda pengungsi bagi warga korban gempa dan tsunami di halaman rumah dinas gubernur di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu, 29 September 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Palu - Penanganan korban gempa dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah terkendala minimnya tenaga medis. Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulawesi Tengah, Ajun Komisaris Besar Made Wijaya mengatakan rumah sakitnya kekurangan tenaga kesehatan baik dokter maupun perawat. "Kami memang kesulitan baik personil kesehatan, dan personil farmasi, itu kami butuhkan," kata Made di Palu, Sulawesi Tengah, Ahad, 30 September 2018.

    Baca: Pengungsi Gempa dan Tsunami Palu Kekurangan Makanan dan Air

    Sebelumnya, gempa berkekuatan 7,7 skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada pukul 17.02. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berada di 0.18 Lintang Selatan dan 119.85 Bujur Timur atau 27 kilometer timur laut Donggala.

    Hingga Sabtu malam, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sudah ada 420 korban meninggal. Selain itu, 500 orang diperkirakan luka-luka akibat gempa dan tsunami ini. Terdapat banyak bangunan seperti rumah, kantor, dan fasilitas umum rusak

    Made mengatakan saat ini RS Bhayangkara hanya memiliki empat tenaga kesehatan sejak hari kedua musibah terjadi. Tenaga medis itu terdiri dari tiga orang perawat dan satu orang dokter. "Ada juga tenaga bantuan dari Sulawesi Barat sekitar 20 orang," kata dia.

    Made menuturkan RS Bhayangkara sedang menunggu tenaga bantuan kesehatan dari wilayah sekitar Palu. Tenaga medis itu, kata dia, berasal dari Gorontalo dan Sulawesi Utara. "Rencananya hari ini akan datang," ujar dia.

    Menurut Made, tenaga medis dibutuhkan karena banyak korban luka yang dilarikan ke RS tersebut. Namun, dia tak menutup kemungkinan para tenaga medis itu juga menjadi korban dalam musibah kemarin. "Ada anggota rumah sakit kami dua sampai sekarang belum diketahui keberadaannya," katanya.

    Simak: Kerusakan Rumah Warga Pascagempa Donggala dan Tsunami Palu

    Made mengatakan RS Bhayangkara menampung korban luka ringan hingga luka serius akibat tsunami Palu. Sebab, kata dia, korban yang dirujuk ke rumah sakit besar seperti RS Undata juga tak bisa ditindaklanjuti. "Keadaannya juga sama. Di sana juga tak bisa melakukan tindakan lebih," kata Made.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.