Kerusakan Rumah Warga Pascagempa Donggala dan Tsunami Palu

Reporter:
Editor:

Elik Susanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah kendaraan tersapu hingga ke atas bangunan akibat tsunami di kawasan Pantai Talise, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu, 29 September 2018. Gelombang tsunami yang terjadi menyusul gempa Donggala sebesar 7,4 SR ini meninggalkan jejak kehancuran di Kota Palu. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Sebuah kendaraan tersapu hingga ke atas bangunan akibat tsunami di kawasan Pantai Talise, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu, 29 September 2018. Gelombang tsunami yang terjadi menyusul gempa Donggala sebesar 7,4 SR ini meninggalkan jejak kehancuran di Kota Palu. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejak gempa Donggala mengguncang dan luapan  tsunami Palu, sebagian wilayah terdampak di Sulawesi Tengah dan sebagian Mamuju, Sulawesi Barat pada Jumat, 28 September 2018, belum semuanya tertangani tim bantuan. Setidaknya sampai dengan hari ini, Minggu, 30 September 2018, tim bantuan masih kesulitan menuju Donggala.

    Baca: Tsunami Palu, Warga Keluhkan Kurangnya Air dan Makanan

    Diperkirakan Donggala merupakan daerah paling parah terkena dampak gempa berkekuatan 7,7 SR yang kemudian dimutakhirkan menjadi 7,4 SR. Berdasarkan pantauan Antara dalam perjalanan dari Kabupaten Donggala menuju Kota Palu terlihat bangunan rumah dan jalan rusak parah.

    Kerusakan ini juga terlihat bekas air laut, yang menandakan sempat disapu tsunami. Beberapa kendaraan roda empat ringsek tertimpa reruntuhan bangunan dan tanah longsor. Di wilayah Kota Palu tampak warga memadati lapangan dan ruang terbuka untuk beristirahat untuk menghindar dari terjadinya gempa susulan.

    Suasana ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah itu sangat sepi dan lumpuh. Toko-toko tutup. Dampak gempa tersebut juga terasa pada sektor perekonomian, terlihat warga antre membeli minyak tanah pada mobil tangki BBM. Sementara itu gas elpiji sangat langka di pasaran. Begitu juga kondisi jaringan listrik dan jaringan telekomunikasi tidak berfungsi dengan baik.

    Masyarakat terlihat berebut BBM di SPBU dan memborong bahan pokok di sejumlah mini market. Ribuan warga lainnya masih bertahan di luar rumah dan lapangan terbuka untuk menghindari adanya gempa susulan. Petugas Basarnas dan tim gabungan penyelamat terus bekerja melakukan penyelamatan baik warga yang selamat maupun jenazah masih terjebak di rerentuhan gedung.

    Kondisi di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, juga terdampak gempa dan tunami Palu. Pasokan ikan segar di sejumlah rumah makan di lintas jalan provinsi ini terhenti. "Kami menjual ikan seadanya, kebanyakan ikan bandeng sebab stok ikan segar terhenti," ujar Sahyan, pemilik usaha rumah makan di lintas Sulawesi di Desa Posona, Kecamatan Kasimbar, Minggu, 30 September 2018.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.