Bantu Evakuasi Tsunami Palu, Uni Eropa Aktifkan Satelit Darurat

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah kendaraan tersapu hingga ke atas bangunan akibat tsunami di kawasan Pantai Talise, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu, 29 September 2018. Selain menghanyutkan kendaraan, tsunami juga menghancurkan bangunan yang berada di kawasan tepi pantai yang terdampak gelombang tinggi. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Sebuah kendaraan tersapu hingga ke atas bangunan akibat tsunami di kawasan Pantai Talise, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu, 29 September 2018. Selain menghanyutkan kendaraan, tsunami juga menghancurkan bangunan yang berada di kawasan tepi pantai yang terdampak gelombang tinggi. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Perwakilan Tinggi Uni Eropa atau Wakil Presiden Komisi Eropa Federica Mogherini dan Komisaris untuk Bantuan Kemanusiaan dan Manajemen Krisis Christos Stylianides menyatakan belasungkawa terhadap musibah gempa dan tsunami Palu yang terjadi pada Jumat (28/9).

    Baca: Tsunami Palu, BNPB Temukan Banyak Korban di Pantai

    "Kami menyampaikan belasungkawa kepada mereka yang telah kehilangan orang yang dicintai," seperti tertulis dalam siaran pers Uni Eropa yang diterima Antara Sabtu, 29 September 2018.

    Uni Eropa pun menyatakan bakal membuka bantuan penuh kepada pemerintah Indonesia untuk menangani gempa dan tsunami Palu. Dalam siaran pers tersebut, UE mengatakan, "Telah mengaktifkan layanan pemetaan satelit darurat Copernicus untuk membantu pihak berwenang."

    Dikutip dari pelbagai sumber, data yang dihimpun satelit yang telah diorbitkan tersebut bisa dipakai untuk memetakan kawasan bencana lebih akurat. Sehingga bisa membantu tim penyelamat mengevakuasi korban atau menemukan infrastruktur yang tidak terkena dampak bencana.

    Sebelumnya, gempa berkekuatan 7,7 skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada pukul 17.02. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berada di 0.18 Lintang Selatan dan 119.85 Bujur Timur atau 27 kilometer timur laut Donggala.

    Simak juga: Pengungsi Gempa dan Tsunami Palu Kekurangan Makanan dan Air

    Hingga Sabtu sore, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sudah ada 384 korban meninggal akibat gempa dan tsunami Palu. Selain itu, 500 orang diperkirakan luka-luka akibat gempa dan tsunami ini. Terdapat banyak bangunan seperti rumah, kantor, dan fasilitas umum rusak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.