Selasa, 23 Oktober 2018

Pengungsi Gempa dan Tsunami Palu Kekurangan Makanan dan Air

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara Jembatan Kuning atau Palu IV yang ambruk akibat gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu, 29 September 2018. Dampak dari gempa Donggala  menyebabkan ribuan bangunan hancur dan sejumlah warga dievakuasi ke tempat yang lebih aman. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Foto udara Jembatan Kuning atau Palu IV yang ambruk akibat gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu, 29 September 2018. Dampak dari gempa Donggala menyebabkan ribuan bangunan hancur dan sejumlah warga dievakuasi ke tempat yang lebih aman. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Palu - Pengungsi gempa dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah, masih mengeluhkan kurangnya kebutuhan pokok seperti air minum dan makanan. Salah seorang pengungsi, Murna, mengatakan kekurangan air dan makanan sejak terjadi gempa Jumat (28/9) sore lalu.

    Baca: Tsunami Palu, BNPB Temukan Banyak Korban di Pantai

    Murna merupakan salah satu pengungsi di halaman rumah Gubernur Sulawesi Tengah. Menurut dia, makanan di pengungsian terbatas. "Banyak kekurangan, orang makan hanya mie," kata Murna kepada Tempo, Sabtu, 29 September 2018.

    Pantauan Tempo, di lokasi pengungsian masih belum dibentuk dapur umum. Makanan sehari-hari berupa mie dan nasi di masak oleh masyarakat dan para relawan yang ada di lokasi pengungsian secara ala kadarnya.

    Selama menelusuri lokasi gempa di Palu, Tempo memang mendengar keluhan pengungsi yang kekurangan makanan dan air. Sepanjang menyisir lokasi pengungsian banyak yang meneriakkan kekurangan air minum.

    Murna menuturkan, ia masih memiliki bekal makanan ringan berupa biskuit dan roti yang dibawa dari rumah. Dia berkata penduduk masih kesulitan stok makanan pokok berupa nasi. "Nasi ada juga, cuma sedikit-sedikit," kata dia. Selain itu, kata Murna, warga juga mengeluhkan kekurangan air minum.

    Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan kementeriannya sudah menyiapkan bantuan dari kota terdekat seperti Gorontalo, Makassar, serta Jakarta. Namun, kata dia, penyaluran bantuan memang terkendala di akses jalan yang rusak. "Kalau cepat kami juga maunya cepat, Kemensos mau memobilisasi berbagai macam jenis bantuan," katanya.

    Sebelumnya, gempa berkekuatan 7,7 skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada pukul 17.02. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berada di 0.18 Lintang Selatan dan 119.85 Bujur Timur atau 27 kilometer timur laut Donggala.

    Simak juga: BNPB: Sebagian Besar Korban Tewas Akibat Tsunami Palu

    Hingga Sabtu sore, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sudah ada 384 korban meninggal. Selain itu, 500 orang diperkirakan luka-luka akibat gempa dan tsunami Palu. Terdapat banyak bangunan seperti rumah, kantor, dan fasilitas umum rusak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.