Jepang Siap Bantu Korban Gempa dan Tsunami Palu

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri Jepang, Taro Kono. (ghheadlines.com)

    Menteri Luar Negeri Jepang, Taro Kono. (ghheadlines.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono ikut berbelasungkawa atas bencana gempa bumi sebesar 7,7 Skala Richter dan tsunami yang melanda Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat lalu. Taro mengirimkan ucapan belasungkawa untuk korban gempa dan tsunami Palu tersebut kepada Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi pada Sabtu, 29 September 2018.

    Baca: 6 Fakta Gempa Donggala dan Data Korban yang Terus Bertambah

    “Saya mengucapkan belasungkawa kepada Pemerintah Indonesia serta seluruh rakyat Indonesia atas bencana gempa dan tsunami yang telah menyebabkan korban jiwa dan kerusakan yang besar di pulau Sulawesi,” kata Taro melalui keterangan tertulisnya di Tokyo.

    Taro mendoakan para korban luka akibat gempa dan tsunami tersebut segera sembuh. Dia juga berharap tempat yang mengalami kerusakan di Palu dan Donggala akibat bencana alam itu segera dipulihkan.

    Taro mengatakan, Jepang siap mengulurkan tangan kepada Pemerintah Indonesia untuk menangani dampak pasca gempa dan tsunami.

    “Pemerintah Jepang siap memberikan bantuan kepada Pemerintah Indonesia dalam bentuk apapun untuk penanganan dampak gempa tersebut,” kata Toro.

    Gempa berkekuatan 7,7 skala Richter sebelumnya mengguncang Kabupaten Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah, pada pukul 17.02. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berada di 0.18 Lintang Selatan dan 119.85 Bujur Timur atau 27 kilometer timur laut Donggala.

    Simak juga: Bantuan Korban Gempa dan Tsunami Palu Sulit Karena Jalan Rusak

    Wilayah itu pun dilanda tsunami setinggi 1,5-2 meter. Warga yang tinggal di sekitar pantai Talise telah mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan sejauh ini korban meninggal akibat gempa dan tsunami Palu sebanyak 384 orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.