Terkini: Pasca Gempa Donggala, Kota Palu Bak Kota Mati

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria melintasi puing-puing bangunan yang porak-poranda akibat gempa bumi dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu, 29 September 2018. Jumlah korban akibat bencana ini diperkirakan masih berpotensi bertambah. AP/Rifki

    Seorang pria melintasi puing-puing bangunan yang porak-poranda akibat gempa bumi dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu, 29 September 2018. Jumlah korban akibat bencana ini diperkirakan masih berpotensi bertambah. AP/Rifki

    TEMPO.CO, Jakarta - Kondisi Kota Palu, Sulawesi Tengah sehari pasca-Gempa Donggala terlihat tak beraturan. Warga Kota Palu masih berada di luar rumah. Mereka sementara berada di setiap tanah lapang yang berada di pinggir jalan.

    Baca juga: Fakta Sesar Palu-Koro, Penyebab Tsunami Palu dan Gempa Donggala

    Halaman perkantoran yang luas juga menjadi tempat pengungsian warga Kota Palu. Selain dihantam gempa, Palu juga diterjang tsunami pada Jumat 28 September 2018.

    Tempo saat ini telah berada di Palu dan melihat kota ini bak kota mati.
    Tidak ada sama sekali aliran listrik dan sinyal telepon seluler. Warga juga mengeluhkan susahnya kebutuhan seperti air dan makanan.

    Petugas gabungan terlihat mengevakuasi korban gempa. Belum diketahui data terbaru korban gempa dan tsunami Palu. Sebelumnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana merilis daftar korban meninggal sebanyak 384 orang.

    Baca juga: Kata Ahli Geologi Soal Gempa Donggala Picu Tsunami Palu

    Sebelumnya, gempa bermagnitudo 7,7 skala Richter (SR) yang kemudian diperbarui menjadi 7,4 mengguncang Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada pukul 17.02. Berdasarkan pesan yang disampaikan lewat akun Twitter Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berada di 0.18 Lintang Selatan dan 119.85 Bujur Timur atau 27 kilometer timur laut Donggala.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.