Selasa, 23 Oktober 2018

Menristekdikti Data Kampus yang Rusak Akibat Gempa Donggala

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah masjid terlihat rusak parah akibat gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah,  Sabtu, 29 September 2018. Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB mencatat jumlah korban meninggal akibat gempa Donggala sebanyak 384 korban jiwa per pukul 13.00 WIB, Sabtu, 29 September 2018. AP/Rifki

    Sebuah masjid terlihat rusak parah akibat gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu, 29 September 2018. Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB mencatat jumlah korban meninggal akibat gempa Donggala sebanyak 384 korban jiwa per pukul 13.00 WIB, Sabtu, 29 September 2018. AP/Rifki

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir masih menghimpun informasi ihwal kerusakan kampus di Palu, Sulawesi Tengah akibat gempa Donggala.

    Baca juga: 6 Fakta Gempa Donggala dan Data Korban yang Terus Bertambah

    "Saya belum bisa mengontak hari ini semua (sambungan komunikasi) mati," kata Mohamad Nasir seusai menghadiri acara 'Deklarasi Pergerakan Mahasiswa Merajut Kebangsaan' di kawasan Monumen Bajra Sandhi, Denpasar, Sabtu, 29 September 2018.

    Nasir juga sedang menghimpun informasi bila ada masyarakat dari kalangan mahasiswa yang menjadi korban gempa dalam kondisi tidak mampu dalam hal ekonomi. "Jangan sampai mereka terkatung-katung, kuliah berhenti. Nanti apakah pembebasan biaya di kampus ini harus dilakukan," tuturnya.

    Baca juga: Gempa Donggala dan Palu, Begini Penjelasan Kepala BMKG

    Gempa Donggala berkekuatan M7,4 meluluhlantakkan banyak bangunan di Kota Palu. Tsunami ikut menerjang wilayah kota itu. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana jumlah korban hingga saat ini mencapai 384 orang meninggal.

    Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah. Pemerintah mengerahkan berbagai ke wilayah terdampak gempa Donggala tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.