Operasi Tim Cakra 19 Pastikan Jokowi Hanya Punya Lawan Tunggal

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembina Cakra 19 Luhut Binsar Panjaitan bersama Ketua Cakra 19 Andi Widjajanto dan Sekjen Cakra 19 Eko Wiratmoko berjabat tangan bersama relawan dan pendukung Cakra 19 saat mendeklarasikan Dukungan Capres-Cawapres Pasangan Jokowi dan Ma'aruf Amin di Jakarta, Minggu 12 Agustus 2018.

    Pembina Cakra 19 Luhut Binsar Panjaitan bersama Ketua Cakra 19 Andi Widjajanto dan Sekjen Cakra 19 Eko Wiratmoko berjabat tangan bersama relawan dan pendukung Cakra 19 saat mendeklarasikan Dukungan Capres-Cawapres Pasangan Jokowi dan Ma'aruf Amin di Jakarta, Minggu 12 Agustus 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kelompok relawan pendukung pasangan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin, Cakra 19, memiliki tiga tugas penting untuk pesta demokrasi pada Pemilu dan Pilpres 2019.

    Baca juga: Jumlah Anggota Timses Jokowi 5.279 Orang, Ini Alasannya

    "Tugas pertama kami memastikan Jokowi hanya memiliki satu lawan dalam kontestasi pilpres 2019," kata Ketua Andi Widjajanto saat menghadiri acara sayap Partai Golkar, Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), di Hotel Century, Senayan, Jakarta, Sabtu, 29 September 2018.

    Andi mengklaim, dalam tugas pertamanya itu, Cakra 19 telah sukses memastikan lawan politik Jokowi hanya lawan tunggal. Sesuai prediksi pula, lawannya ialah Prabowo Subianto. Sementara itu, tokoh-tokoh lain yang diprediksi bakal maju ternyata batal.

    Sedangkan pada tugas kedua, relawan loyalis Jokowi ini mengaku akan memastikan bahwa pasangan capres nomor urut 01 itu memenangkan kontestasi pilpres dengan persentasi minimal 55 persen. Andi yakin tugas kedua itu gampang dilalui. Musababnya, ujar Andi, merujuk pada survei-survei independen, elektabilitas Jokowi - Ma'ruf masih di atas 50 persen.

    Tugas ketiga memastikan koalisai partai politik pendukung mendapatkan hasil pemilihan legislatif yang baik untuk memperkuat parlemen hasil pemilu 2019 termasuk Golkar di dalamnya. "Dukungan Golkar dibutuhkan untuk memastikan pemerintahan Jokowi - Ma'ruf Amin akan dijalankan dengan dukungan parlemen yang kuat," katanya.

    Baca juga: Kwik Kian Gie Jelaskan Posisinya di Kubu Prabowo dan Jokowi

    Catatan Koreksi:

    Berita ini telah dikoreksi pada Ahad, 7 Oktober 2018.

    Berita sebelumnya pada paragraf 5 dan seterusnya merupakan materi yang tak dapat ditayangkan. Untuk itu kami mohon maaf.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.