Wiranto Sebut Lima Gardu Listrik di Palu Akan Dipulihkan Hari Ini

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak melintas di depan rumah yang roboh akibat gempa di Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat, 28 September 2018. Gempa berkekuatan 7,7 skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada pukul 17.02. ANTARA/HO/BNPB-Sutopo Purwo N

    Seorang anak melintas di depan rumah yang roboh akibat gempa di Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat, 28 September 2018. Gempa berkekuatan 7,7 skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada pukul 17.02. ANTARA/HO/BNPB-Sutopo Purwo N

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto telah menerima laporan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) bahwa dua dari tujuh gardu induk telah dapat dipulihkan usai terjadinya gempa berkekuatan 7,7 skala Richter yang mengguncang Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah.

    "Hal lain yang dilaporkan juga, PLN akan pulihkan 7 gardu induk yang padam, tapi malam ini (Jumat malam) baru dua yang bisa dihidupkan," kata Wiranto usai menggelar rapat koordinasi tanggap bencana di kantornya, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 29 September 2018.

    Baca: Gempa Donggala dan Palu, TNI Kirim Pasukan Kesehatan Pagi Ini

    Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari PLN, kata Wiranto, lima gardu induk lainnya akan dipulihkan pada pagi ini. Sebab, lima gardu induk tersebut beresiko untuk dinyalakan pada malam hari.

    Wiranto memastikan akan ada upaya penanganan darurat jika ‎lima gardu induk tersebut tidak dapat dipulihkan. Ia menyebut PLN sudah menyiapkan genset berukuran raksasa untuk memasok listrik di sekitaran Palu. "Kalau belum bisa juga ada langkah darurat, yakni jenset raksasa untuk Palu dan sekitarnya," ujarnya.

    Baca: Gempa Donggala dan Palu, Begini Penjelasan Kepala BMKG

    Gempa berkekuatan 7,7 skala Richter sebelumnya mengguncang Kabupaten Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah, pada Jumat sore, 28 September 2018 pukul 17.02. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berada di 0.18 Lintang Selatan dan 119.85 Bujur Timur atau 27 kilometer timur laut Donggala.

    Wilayah itu pun dilanda tsunami setinggi 1,5 - 2 meter. Warga yang tinggal di sekitar pantai Talise telah mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Sampai hari ini, belum diketahui jumlah korban atau kerusakan yang terjadi.

    Baca: Gempa Donggala, Pengungsi Kekurangan Selimut dan Makanan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.