Gempa Donggala, Menko Polhukam: Telekomunikasi Segera Pulih

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konferensi pers penanganan gempa Palu dan Donggala di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta Pusat pada Sabtu, 29 September 2018. TEMPO/Andita Rahma

    Konferensi pers penanganan gempa Palu dan Donggala di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta Pusat pada Sabtu, 29 September 2018. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan atau Menko Polhukam Wiranto memastikan sarana telekomunikasi di kawasan terdampak gempa Donggala dan Kota Palu segera dipulihkan. 

    Baca juga: Gempa 7,7 SR Guncang Donggala, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami

    "Untuk komunikasi seluler segera dipulihkan. Kami usahakan pula komunikasi via satelit. BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dan Kominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) juga mengusahakan, tapi baru besok pagi," kata Wiranto di gedung Kementerian Koordinator Polhukam, Jakarta Pusat, Sabtu, 29 September 2018.

    Menurut Wiranto, komunikasi dibutuhkan karena jangkauan wilayah terdampak begitu luas, seperti Palu, Parigi, dan Donggala. "Saya kira nanti bisa kita data kalau komunikasi ada," ucapnya.

    Wiranto mengungkapkan masyarakat sangat panik atas terjadinya tsunami. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga melaporkan terjadi 55 gempa susulan meski dalam kekuatan yang makin mengecil. "Masyarakat kan trauma. Masyarakat tentu tidak ada di rumah, tapi di lapangan. Jadi belum ada langkah khusus yang dilakukan," ujarnya.

    Sejumlah bantuan, seperti rumah sakit lapangan, tenda, dan selimut, sudah disiapkan. Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan tenda, selimut, kamar mandi umum, dan sembako segera tersedia. “Semua itu kami siapkan," ucap Agus.

    Gempa berkekuatan 7,7 skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada pukul 17.02 WIB. Berdasarkan pesan yang disampaikan lewat akun Twitter Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berada di 0.18 Lintang Selatan dan 119.85 Bujur Timur atau 27 kilometer timur laut Donggala, Sulawesi Tengah.

    Berdasarkan pesan yang disampaikan lewat akun Twitter BMKG, gempa tersebut berada di 0.18 Lintang Selatan dan 119.85 Bujur Timur atau 27 kilometer timur laut Donggala, Sulawesi Tengah.

    Baca juga: Gempa Donggala, Pengungsi Kekurangan Selimut dan Makanan

    Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan gempa Danggola dan Palu menyebabkan tsunami. Menurut pengamatan staf BMKG di lapangan, kata Dwikorita, gelombang tsunami diprediksi berketinggian 1,5-2 meter ke arah Kota Palu.

    BMKG sebelumnya mencabut peringatan tsunami pasca-terjadi gempa Donggala. Peringatan dicabut pukul 17.36 WIB atau 18.36 Wita setelah gelombang tsunami surut hingga berketinggian hanya 6 sentimeter.

    Tonton video detik-detik gempa 7,7 SR guncang Donggala di sini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.