Gempa Donggala, TNI Akan Pantau Melalui Udara

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Air laut terlihat surut beberapa detik sebelum tsunami seusai gempa Donggala di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat, 28 September 2018. Menurut pengamatan staf BMKG di lapangan, kata Dwikorita, gelombang tsunami diprediksi berketinggian 1,5-2 meter ke arah Kota Palu. Twitter.com

    Air laut terlihat surut beberapa detik sebelum tsunami seusai gempa Donggala di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat, 28 September 2018. Menurut pengamatan staf BMKG di lapangan, kata Dwikorita, gelombang tsunami diprediksi berketinggian 1,5-2 meter ke arah Kota Palu. Twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan melakukan pemantauan udara di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pasca-terjadi rangkaian gempa bumi yang mengguncang wilayah itu pada Jumat, 28 September 2018. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan pemantauan udara untuk gempa Donggala ini akan dilakukan menggunakan pesawat intai TNI Angkatan Udara, Skadron Udara 5, pada Sabtu pagi, 29 September 2018.

    Baca: BMKG: Tsunami 1,5 - 2 Meter Terjadi Setelah Gempa Donggala

    "Saya sudah mendapat perintah dari Presiden untuk melakukan tindakan bantuan sesegera mungkin ke Donggala," kata Panglima TNI, seperti dikutip dari Antara, Jumat malam, 28 September 2018.

    Hadi menuturkan pesawat angkut berat C-130 Hercules TNI AU dari Skuadron Udara 31 TNI AU dan Skuadron Udara 32 TNI AU sedang disiapkan di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta. Pesawat-pesawat itu akan diterbangkan menuju lokasi yang terdampak gempa pada Sabtu dinihari.

    "Selain itu akan dilakukan pula pemantauan udara untuk memetakan tingkat kerusakan di wilayah yang diguncang bencana, termasuk untuk memastikan kondisi landasan yang akan digunakan untuk tempat pendaratan pesawat Hercules yang membawa bantuan," ujar Hadi.

    Baca: Gempa Donggala dan Tsunami Palu Disebabkan Sesar Palu-Koro

    Panglima TNI menambahkan, pesawat Hercules dijadwalkan mendarat di Palu. "Namun, jika tidak memungkinkan, maka pesawat akan mendarat di Mamuju," ucapnya.

    Unsur TNI yang diberangkatkan adalah personel batalion zeni tempur Kostrad, KRI dr Soeharso-990, dan batalion kesehatan Korps Marinir TNI Angkatan Laut.

    "Untuk alat-alat berat sedang disiapkan dan segera diberangkatkan. Yang penting personelnya dulu dan terkait kesehatan. Ada dukungan pokok dulu, di antaranya rumah sakit lapangan," tuturnya.

    Rangkaian gempa yang melanda Donggala terjadi pada pukul 18.02 Wita dengan gempa berkekuatan 7,7 magnitudo. Sebelumnya, gempa terjadi dengan kekuatan 5,9 magnitudo.

    Baca: Jokowi Minta Masyarakat Doakan Korban Gempa Donggala

    Menyusul terjadinya gempa Donggala tersebut, Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (AirNav Indonesia) menutup aktivitas operasional Bandar Udara Palu pada Jumat, 28 September, pukul 19.26 Wita, hingga Sabtu, 29 September 2018, pukul 19.20 Wita, dan telah diterbitkan dalam Notice to Airmen Nomor H0737/18.

    Tonton video warga merekam saat Tsunami menerjang Kota Palu di sini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.