Gempa Donggala, Bandara Sis Aljufri Palu Ditutup Sampai Besok

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peringatan Gempa Donggala oleh BMKG. Twitter.com/@BMKG

    Peringatan Gempa Donggala oleh BMKG. Twitter.com/@BMKG

    TEMPO.CO, Jakarta - Seusai gempa Donggala yang berkekuatan 7,7 skala Richter, Bandar Udara Mutiara Sis Aljufri Palu, Sulawesi Tengah, ditutup hingga Sabtu, 29 September 2018, pukul 19.20 Wita.

    Baca juga: Gempa Donggala, Warga Palu Masih Berada di Luar Rumah

    "Nota penutupan Bandara Palu keluar malam ini, tapi seluruh penerbangan dari Gorontalo ke Palu hari ini sudah selesai sebelum terjadi gempa," kata Kepala Bandara Djalaluddin Gorontalo Power AS di Gorontalo, Jumat, 28 September 2018.

    Menurutnya, kondisi seusai gempa Donggala di Bandara Palu belum memungkinkan untuk jalur penerbangan. Sebab, gempa merusak sejumlah infrastruktur, seperti ada menara yang roboh.

    Adapun kondisi gedung Bandara Djalaluddin setelah gempa yang turut mengguncang Gorontalo, ia mengungkapkan tidak terjadi kerusakan apa pun.

    "Bandara Gorontalo aman dan tetap bisa beroperasi meski tadi gempa cukup kuat juga," ujarnya.

    Sementara itu, sejumlah warga Gorontalo, yang memiliki keluarga di Palu, akan memilih jalur darat untuk bisa sampai ke lokasi gempa tersebut.

    "Malam ini saya akan menunggu jalur komunikasi di Palu pulih. Jika sudah mendapat informasi, besok kami akan ke Palu menjemput keluarga di sana melalui jalur darat," kata seorang warga Gorontalo, Rosyid Azhar.

    Ia mengaku belum bisa mendapatkan informasi mengenai kondisi keluarganya pasca-gempa Donggala karena jalur komunikasi masih terputus hingga saat ini.

    "Tadi beberapa detik bisa tersambung telepon ke Palu. Saya hanya sempat mendengar istri saya menangis. Setelah itu jaringan putus," ucapnya.

    Baca juga: BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami Pasca- Gempa 7,7 SR Donggala

    Sebelumnya, sebagian warga di Kota Palu masih berada di luar rumah setelah terjadi gempa berturut-turut pada Jumat.

    Seorang warga yang tinggal di Palu, Nuraida, mengaku ia bersama keluarganya masih berada di luar rumah hingga pukul 19.30 Wita.

    "Kami masih ketakutan, tidak berani masuk rumah, karena sampai sekarang masih terjadi gempa susulan," tuturnya saat dihubungi Antara, Jumat malam.

    Ia menuturkan banyak kerusakan yang terjadi di sekitar rumahnya akibat gempa.

    Tonton video warga merekam saat Tsunami menerjang Kota Palu disini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.