BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami Pasca- Gempa 7,7 SR Donggala

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gempa. freepik.com

    Ilustrasi gempa. freepik.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan peringatan dini Tsunami akibat gempa 7,7 SR di Donggala, Sulawesi Tengah pada petang hari ini dinyatakan berakhir. Pernyataan tersebut dikabarkan lewat pesan di akun Twitter BMKG sekitar 5 menit yang lalu.

    Gempa berkekuatan 7,7 skala richter mengguncang Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah pada pukul 17.02 WIB. Berdasarkan pesan yang disampaikan lewat akun Twitter Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berada di 0,18 LS, 119.85 BT atau 27 km Timur Laut Donggala, Sulawesi Tengah.

    "Gempa di kedalaman 10 kilometer dan berpotensi tsunami," tulis BMKG. Lembaga itu merilis peringatan tsunami dengan warna kuning atau tingkat waspada.

    Adapun kota/kabupaten yang diminta waspada terhadap tsunami adalah Dongga bagian barat (Sulteng) dengan status peringatan Siaga, Donggala Utara dengan status Waspada, Mamuju Utara (Sulbar) dengan status Waspada, dan Kota Palu bagian barat (Sulteng) dengan status waspada.

    Sebelum gempa 7,7 SR itu, ada gempa awal mengguncang wilayah yang sama pada pukul 15.25 WIB dengan kekuatan 5,3 SR.

    Satu orang dikabarkan meninggal dan 10 orang mengalami luka-luka akibat gempa tersebut dan kini dirawat di RSU Donggala.

    Siaran pers BMKG yang dikutip Antara Palu, Jumat menyatakan, BPBD Kabupaten Donggala melaporkan tercatat satu orang meninggal dunia, 10 orang luka-luka dan puluhan rumah rusak. Korban yang tewas dan luka-luka itu akibat tertimpa bangunan yang roboh.

    "Evakuasi masih dilakukan oleh petugas. Pendataan dan penanganan darurat masih dilakukan," tulis Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB dalam rilisnya. Sebagian masyarakat, kata dia, masih berada di luar rumah. Mereka berada di tempat aman karena gempa susulan masih sering berlangsung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.