Cak Imin Mengajak Komponen Masyarakat Jaga Ideologi Berbangsa dan Bernegara

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR RI Abdul Muhaimin Iskandar saat menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di hadapan anggota PW Fatayat NU Provinsi Jawa Tengah di UTC Jalan Kelud Semarang, Jumat, 28 September 2018.

    Wakil Ketua MPR RI Abdul Muhaimin Iskandar saat menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di hadapan anggota PW Fatayat NU Provinsi Jawa Tengah di UTC Jalan Kelud Semarang, Jumat, 28 September 2018.

    INFO NASIONAL - Di hadapan anggota Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Jawa Tengah,  Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengajak semua komponen masyarakat menjaga ideologi berbangsa dan bernegara yang telah diwariskan para pendiri bangsa. Karena, ideologi itulah yang terbukti mampu menyelamatkan bangsa Indonesia dari pertikaian serta perpecahan.

    "Apa yang ditetapkan para pendiri bangsa sudah melalui pemikiran yang sangat panjang. Bukan hanya masa itu saja yang dipikirkan, melainkan juga masa kini dan yang akan datang," katanya saat menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar MPR di hadapan anggota PW Fatayat NU Provinsi Jawa Tengah di UTC Jalan Kelud, Semarang, Jumat, 28 September 2018.

    Muhaimin mengatakan para pendiri bangsa, yang di dalamnya terdapat para ulama, sadar bahwa mayoritas bangsa Indonesia terdiri atas umat muslim. Namun mereka juga sadar bangsa Indonesia ini bukan terdiri atas umat Islam saja, tapi juga Nasrani, Hindu, juga Buddha. Semua harus mendapat tempat serta kesempatan yang sama.

    Karena itu, meski berhasil merumuskan piagam Jakarta, rumusan itu tidak digunakan. Bahkan para ulama ikhlas menarik kembali Piagam Jakarta itu dan menggantinya dengan Pancasila yang dikenal sekarang.

    "Ini dilakukan karena para ulama sadar, bangsa Indonesia yang baru didirikan itu harus dipertahankan, tidak boleh bubar karena penganut agama Nasrani, Hindu, dan Buddha merasa tidak termasuk dalam rumusan naskah Piagam Jakarta," ujarnya.

    Menurut Muhaimin, banyak bangsa yang terancam pecah karena tidak memiliki ideologi yang kuat. “Karena itu, bangsa Indonesia harus bersyukur memiliki ideologi dan dasar negara yang kuat serta sudah dipikirkan untuk masa sekarang dan yang akan datang,” tuturnya. (*)

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.