BIN Bantah Ikut Campur Pencekalan Rizieq Shihab

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rizieq Shihab menjadi saksi dalam sidang terdakwa kasus dugaan penistaan agama Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dalam persidangan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, 28 Februari 2017. Raisan Al Farisi/Republika/pool

    Rizieq Shihab menjadi saksi dalam sidang terdakwa kasus dugaan penistaan agama Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dalam persidangan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, 28 Februari 2017. Raisan Al Farisi/Republika/pool

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Intelijen Negara (BIN) membantah jika dianggap ikut andil dalam pencekalan pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, oleh pemerintah Arab Saudi. BIN menilai pencekalan itu merupakan otoritas dari Arab Saudi.

    "Masalah isu cekal oleh pihak Arab Saudi sama sekali tidak ada hubungannya dengan BIN dan pemerintah RI. Sebab, ini adalah otoritas negara berdaulat, bukan atas permintaan ataupun tekanan negara lain," demikian keterangan tertulis yang Tempo terima dari juru bicara BIN, Wawan Hari Purwanto, Jumat, 28 September 2018.

    Baca: Dubes: Rizieq Shihab Sudah Tak Punya Izin Tinggal di Arab Saudi

    BIN menampik jika ada berita yang menyebutkan pihaknya merekayasa dan mempengaruhi pemerintah Arab Saudi agar Rizieq Shihab tidak dapat keluar dari Arab Saudi. Menurut BIN, informasi itu hoax.

    BIN menjelaskan, pemerintah Indonesia justru ingin Rizieq segera kembali ke Tanah Air guna menuntaskan masalahnya. "Makin cepat kembali ke Tanah Air akan lebih baik," kata Wawan.

    Selain itu, pemerintah Arab Saudi telah menyatakan tidak ada masalah dengan Rizieq dan tidak pernah mencekalnya. Karena itu, BIN meminta tidak perlu menuding ada campur tangan dari pihaknya, Kepolisian RI, dan Kementerian Luar Negeri. "BIN bertugas melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Dalam hal ini, BIN juga harus menjaga keselamatan HRS (Habib Rizieq Shihab)," ujarnya.

    Baca: KBRI Riyadh Belum Terima Laporan Pencekalan Rizieq Shihab

    Lembaga intelijen ini menyampaikan tidak pernah pula membatasi kegiatan Rizieq di Indonesia, Arab Saudi, ataupun di negara lain yang ia kunjungi.

    Terkait dengan sikap Rizieq yang kerap mengkritik pemerintah, BIN menampik jika mereka bereaksi dengan alasan tersebut. "BIN tidak mempersoalkan afiliasi politik HRS. Sebab, sebagai negara demokratis, maka HRS bebas menentukan arah pilihan politiknya," ucapnya.

    Anggota Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Damai Hari Lubis, sebelumnya mengatakan Rizieq sempat berupaya tiga kali keluar dari Arab Saudi, tapi tidak bisa lantaran dicekal. Menurut Damai, Rizieq mencoba keluar dari Arab Saudi tiga kali. Pertama, ke Malaysia untuk urusan disertasi. Kedua, menghadiri peringatan milad FPI ke-20 pada Ahad, 19 Agustus 2018. Ketiga, ke Malaysia juga untuk menyelesaikan disertasinya.

    Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon pun berencana mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian, dan Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan ihwal pencekalan ini. Ia menuding ada peran pemerintah Indonesia di balik pencekalan itu.

    Baca: Tiga Kali Gagal Terbang, Rizieq Shihab Dicekal di Arab Saudi?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.