Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat, Telkomsel Kampanye #internetBAIK

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seminar dan Workshop InternetBaik untuk mengedukasi masyarakat menggunakan internet secara bertanggung jawab, aman, kreatif, dan inspiratif.

    Seminar dan Workshop InternetBaik untuk mengedukasi masyarakat menggunakan internet secara bertanggung jawab, aman, kreatif, dan inspiratif.

    INFO NASIONAL— Internet menjadi kebutuhan yang tak terpisahkan di era digital dan zaman serba cepat seperti saat ini. Selain menjadikan hidup lebih mudah, di internet juga terdapat konten yang tidak sesuai dengan adab dan norma. Sehingga diperlukan kemampuan dalam menghentikan dampak negatif bagi generasi muda penerus bangsa. Untuk itu komitmen dan ketegasan diperlukan dari semua pihak untuk dapat mengontrol secara bijak dalam menggunakan waktu saat berselancar di dunia maya.

    Dimulai tahun 2016, Telkomsel bersama Yayasan Kita dan Buah Hati, Kakatu, dan ICT Watch hendak merajut serta meluaskan kampanye edukasi internet yang BAIK (Bertanggung Jawab, Aman, Inspiratif, dan Kreatif). Kampanye edukasi ini diwujudkan dalam sebuah program dan gerakan yang lebih terpadu, terencana dan melibatkan banyak kalangan, sehingga pada akhirnya pemahaman tentang #internetBAIK menjadi kebutuhan semua pihak.

    #internetBAIK adalah sebuah program CSR (Corporate Social Responsibility) Telkomsel di bidang kewarganegaraan digital, karena Telkomsel menyadari bahwa pondasi yang terpenting dalam mendukung ekosistem digital ini salah satunya adalah karakter manusia sebagai penggunanya. Sebelum terwujudnya smart village dan smart country, maka yang perlu diwujudkan adalah smart people.

    Melalui program #internetBAIK Telkomsel berusaha menghadirkan seperangkat navigasi dan panduan yang dapat digunakan oleh pengguna internet untuk dapat mengambil sebesar-besarnya manfaat, dan menekan sekuat-kuatnya dampak negatif/buruk yang ada di dalamnya.

    Perangkat navigasi dan panduan ini mengacu pada norma dan etika yang penuh tanggung jawab, melibatkan pemahaman tentang risiko perilaku online yang berbahaya. Sehingga masyarakat akan sadar untuk dapat melindungi diri sendiri dan orang lain secara aman, disertai adanya upaya penggunaan dan pemanfaatan internet untuk perbaikan, kontribusi positif kepada masyarakat luas dalam rangka meningkatkan kualitas hidup bersama.

    Pada akhirnya tujuan dari program #internetBAIK ini diharapkan mampu hadir sebagai role model dan acuan pendidikan literasi digital di Indonesia. Melalui konsep Digital Citizenship Education (DCE) atau Pendidikan #internetBAIK bisa diterapkan oleh guru di lembaga-lembaga pendidikan, bersama orangtua dan komunitas pengguna ekosistem digital yang meliputi 4 aspek, yaitu :

    1. Kesadaran perilaku Digital (Digital Awareness and Behavior)
    2. Hak Akses Informasi Digital (Digital Right and Netizenship)
    3. Keselamatan Digital (Digital Safety)
    4. Konten dan Kreatifitas Digital (Digital Content and Creativity)

    Pencapaian dari program #internetBAIK sejak tahun 2016 hingga saat ini Telkomsel telah melakukan edukasi ke 27 Kota di Indonesia, mulai dari Banda Aceh hingga Jayapura Papua, yang melibatkan 100 sekolah; 6.795 murid; 5.897 orangtua, guru dan komunitas; dan 1.630 duta #internetBAIK.

    Diharapkan melalui program #internet BAIK para pengguna internet dapat lebih menahan diri, meneliti setiap info dan berita sebelum menyebarkannya kembali, dan melakukan kritik positif melalui internet untuk perbaikan bersama dengan bahasa yang baik dan tidak melanggar hukum dan norma sosial. Serta berfikir secara seksama sebelum mengirimkan konten di internet, karena setiap yang tersebar di dunia maya akan memiliki konsekuensi bagi diri sendiri maupun orang lain.

    Selain itu melatih diri untuk mampu menahan dan mengendalikan aksi dan reaksi secara bijaksana serta tepat pada setiap aktivitas daring agar tetap produktif, efektif dan memberikan inspirasi positif bagi sesama pengguna internet. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.