Penuhi Panggilan KPK, Dirut PLN Sofyan Basir Irit Bicara

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir setelah menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 7 Agustus 2018. Sofyan Basir diperiksa penyidik KPK selama lebih dari delapan jam. TEMPO/Imam Sukamto

    Ekspresi Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir setelah menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 7 Agustus 2018. Sofyan Basir diperiksa penyidik KPK selama lebih dari delapan jam. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PLN Sofyan Basir memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam pemeriksaan sebagai saksi perkara dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-1

    Sofyan tiba di gedung KPK sekitar pukul 10.06 WIB pada Jumat, 28 September 2018. Ia tampak mengenakan kemeja putih dan celana hitam dan langsung memasuki Gedung KPK tanpa banyak berkomentar.

    Baca: Kasus PLTU Riau-1, KPK Jadwalkan Pemeriksaan Dirut PLN Hari Ini

    Juru bicara KPK, Febri Diansyah sebelumnya menyebutkan Sofyan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Idrus Marham. "Diperiksa untuk tersangka Idrus Marham," ujarnya.

    Pemeriksaan ini adalah pemeriksaan ketiga terhadap mantan Direktur Bank BRI itu dalam kasus PLTU Riau-1. Sebelumnya KPK telah memeriksa dia sebanyak dua kali untuk tersangka, eks Wakil Ketua Komisi Energi DPR Eni Maulani Saragih dan eks pemegang saham Blackgold Natural Resource Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo.

    Dalam dua pemeriksaan itu, KPK menyatakan mendalami pengetahuan Sofyan soal mekanisme penunjukan langsung konsorsium perusahaan yang menggarap proyek itu dan pengetahuannya soal dugaan aliran dana korupsi dari proyek PLTU Riau-1. Adapun Sofyan, membantah terlibat dan mendapat suap dari proyek tersebut. "Oh enggak, enggak ada," kata dia usai pemeriksaan 7 Agustus 2018.

    Baca: Akbar Tandjung Khawatir Kasus PLTU Riau-1 Gerus Suara Golkar

    Nama Sofyan muncul dalam kasus ini setelah KPK menggeledah kediamannya pada 15 Juli lalu, pasca OTT yang melibatan Eni dan Johannes. Dalam penggeledahan tersebut penyidik menyita sejumlah dokumen dan CCTV rumah Sofyan.

    Dalam kasus ini KPK telah menetapkan tiga tersangka, yaitu Idrus Marham dan mantan Wakil Ketua Komisi Energi DPR Eni Maulani Saragih. Mereka diduga menerima hadiah atau janji dari Johannes Kotjo, yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

    Baca: Partai Golkar dalam Pusaran Kasus Suap PLTU Riau-1


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.