Kasus PLTU Riau-1, KPK Jadwalkan Pemeriksaan Dirut PLN Hari Ini

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir mengacungkan ibu jari saat meninggalkan gedung KPK setelah menjalani pemeriksaan terkait dengan dugaan suap kontrak kerja sama pembangunan proyek PLTU Riau-1 pada Selasa, 7 Agustus 2018. ANTARA

    Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir mengacungkan ibu jari saat meninggalkan gedung KPK setelah menjalani pemeriksaan terkait dengan dugaan suap kontrak kerja sama pembangunan proyek PLTU Riau-1 pada Selasa, 7 Agustus 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil Direktur PLN Sofyan Basir untuk diperiksa terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 pada Jumat, 28 September 2018. Ia akan diperiksa untuk tersangka mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham.

    "Benar diagendakan pemeriksaan Jumat, 28 September 2018 untuk tersangka IM," kata Juru bicara KPK, Febri Diansyah saat dihubungi Kamis, 27 September 2018.

    Baca: Akbar Tandjung Khawatir Kasus PLTU Riau-1 Gerus Suara Golkar

    Pemeriksaan ini adalah pemeriksaan ketiga terhadap mantan Direktur Bank BRI itu dalam kasus PLTU Riau-1. Sebelumnya KPK telah memeriksa dia sebanyak dua kali untuk tersangka, eks Wakil Ketua Komisi Energi DPR Eni Maulani Saragih dan eks pemegang saham Blackgold Natural Resource Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo.

    Baca: Soal Pemeriksaan KPK, Ketua Umum Golkar Tak Mau Berandai-andai

    Dalam dua pemeriksaan itu, KPK menyatakan mendalami pengetahuan Sofyan soal mekanisme penunjukan langsung konsorsium perusahaan yang menggarap proyek itu dan pengetahuannya soal dugaan aliran dana korupsi dari proyek PLTU Riau-1. Adapun Sofyan, membantah terlibat dan mendapat suap dari proyek tersebut. "Oh enggak, enggak ada," kata dia usai pemeriksaan 7 Agustus 2018.

    Dalam kasus ini, awalnya KPK menangkap Eni dan Kotjo dalam operasi senyap yang digelar pada 13 Juli 2018. KPK menyangka Eni menerima suap Rp 4,8 miliar dari Kotjo untuk memuluskan penandatanganan kerjasama proyek PLTU Riau-1. Belakangan KPK kembali menetapkan Idrus sebagai tersangka. KPK menyangka Idrus menerima janji US$ 1,5 juta dari Kotjo untuk tujuan yang sama dengan Eni.

    Baca: Partai Golkar dalam Pusaran Kasus Suap PLTU Riau-1


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.