Ijtima Ulama 2 Tak Berpengaruh Besar pada Elektabilitas Prabowo

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto - Sandiaga Uno dalam acara Deklarasi Kampanye Damai Pemilu 2019 di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, pada Ahad, 23 September 2018. Tempo/ Fikri Arigi.

    Pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto - Sandiaga Uno dalam acara Deklarasi Kampanye Damai Pemilu 2019 di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, pada Ahad, 23 September 2018. Tempo/ Fikri Arigi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil Ijtima Ulama 2 Gerakan Nasional Pengawal Fatwa atau GNPF tak membawa dampak besar bagi pasangan Prabowo - Sandiaga Uno.
    Peneliti Lingkaran Survei Indonesia atau LSI Denny JA Ardian Sopa mengatakan dukungan pada Prabowo - Sandiaga hanya naik sedikit dari 27,9% pada Agustus menjadi 29,3% pada September pasca Ijtima Ulama 2 yang digelar 16 September 2018 lalu.

    Baca juga: Saat Kucing Prabowo Ikut Diskusi Bareng Go Prabu di Kertanegara

    Dikelompokkan berdasar latar belakang organisasi calon pemilih, dukungan pada pasangan calon nomer urut 02 ini hanya meningkat pada pemilih Persatuan Alumni 212 (PA 212) dari 61,1% menjadi 75,0%. Sedangkan dukungan dari Nahdlatul Ulama (NU) justru turun, dari 27% menjadi 26,1%.

    “Ijtima Ulama 2 ada pengaruhnya, dilihat dari kategori PA 212,” kata Ardian di Graha Dua Rajawali, Rawamangun, Jakarta, Kamis 27 September 2018.

    Sama halnya pada kelompok calon pemilih berdasarkan pilihan ideologis. Dukungan terhadap Prabowo - Sandiaga masih turun naik.

    Segmen pemilih yang ingin Indonesia seperti negara Timur Tengah naik dari 38,8% menjadi 50%. Sedangkan segmen yang ingin Indonesia khas Pancasila justru menurun dari 30,4% menjadi 29,8%.

    Baca juga: Visi Misi Prabowo - Sandiaga: Tak Alergi soal Utang Pemerintah

    Penelitian ini dilaksanakan pada 14-22 September 2018. Menggunakan multistage random sampling sebagai metode pemilihan sample, dengan jumlah 1.200 responden. Penggalian data digunakan dengan cara wawancara tatap muka menggunakan kuesioner, dan margin of error 2,9%.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.