Rayakan Ulang Tahun Ke-52, Cak Imin Adakan Pengajian Kitab Kifayatul Atqiya

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rayakan Ulang Tahun Ke-52, Cak Imin Adakan Pengajian Kitab Kuning

    Rayakan Ulang Tahun Ke-52, Cak Imin Adakan Pengajian Kitab Kuning

    INFO NASIONAL - Memperingati ulang tahunnya yang ke-52 tahun, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Abdul Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin menggelar pengajian  kitab Kifayatul Atqiya. Acara berlangsung di rumah dinasnya di Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Rabu malan, 26 September 2018. Ikut hadir dalam acara tersebut Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi M. Nasir serta Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Hanif Dhakiri.

    Dalam sambutannya, Muhaimin mengajak jemaah pengajian untuk terus mempererat tali silaturahmi. Karena, silaturrahim sangat penting dalam mempertahankan persatuan. Silaturahmi  juga memperpanjang umur dan mempermudah dalam mencari rezeki. Untuk bersilaturahmi, salah satunya caranya mengikuti pengajian kitab Kifayatul Atqiya.

    "Bagi para politikus, caleg, dan kader, mengaji kitab Kifayatul Atqiya berarti kembali ke kitab-kitab kuning. Kita memang perlu sejenak merenung sebelum kembali pada rutinitas,” Cak Imin.

    Dalam kesempatan itu, Muhaimin menerima dua kado dari koleganya, yaitu buku perjalanan dan karier politik serta biografi seorang Muhaimin Iskandar.

    Sementara itu, K.H Abdus Salam Shohib, yang membedah isi kitab Kifayatul Atqiya mengatakan, dalam menjalankan hidup, setiap muslim harus memiliki sikap qonaah, yang berarti mau menerima keadaan. Qonaah penting karena dapat menghadirkan ketenangan.

    "Orang kaya tidak akan merasa merdeka jika dia memiliki sifat tamak. Setiap hari merasa kurang dan ingin menambah kekayaannya. Sementara orang yang hidupnya pas-pasan, dapat merasa merdeka jika memiliki sifat qonaah," kata Abdus Salam. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.