Balai Konservasi SDA Riau Tahan Pemasang Jerat Harimau

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jerat Mengancam Harimau Kerinci Seblat

    Jerat Mengancam Harimau Kerinci Seblat

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau mengevakuasi seekor Harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae) yang ditemukan mati terlilit tali jeratan di Desa Muara Lembu Kuatansingingi, Riau. Petugas turut menahan seorang pria yang membuat jerat tersebut.

    Baca juga: 2 Generasi Harimau Sumatera Terekam, Bisa Berkembang Kayak Kucing

    "Kami bawa satu orang pelaku yang membuat jerat itu," kata Kepala Bidang Wilayah I BKSDA Riau, Mulyo Hutomo, kepada Tempo, Rabu, 26 September 2016.

    Hutomo mengatakan, pelaku merupakan seorang penjaga kebun tidak jauh dari lokasi kejadian. Namun pelaku sengaja membuat jerat untuk menangkap babi.

    "Tujuannya untuk menangkap babi, bukan harimau," tukasnya.

    Harimau ditemukan mati di dalam semak dalam kondisi tergantung di tepi jurang. Jeratan yang terbuat dari tali nilon itu melilit pinggang harimau betina dewasa itu.

    Hutomo mengatakan, lokasi penemuan jasad harimau itu masih dalam kawasan Lanscape Suaka Margasatwa Rimbang Baling yang menjadi habitatnya.

    Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam wilayah Riau Suharyono menjelaskan sebelumnya petugas BKSDA wilayah I telah menerima laporan dari masyarakat tentang adanya seekor harimau betina dewasa terjerat di perbatan dua desa itu pada Selasa kemarin, 25 September 2018, sekira pukul 10.30 siang. Tim Rescue BKSDA kemudian segera mendatangkan lokasi yang berjarak 2 jam perjalanan menggunakan roda dua.

    "Tim menyisir lokasi sampai pada titik jerat," jelasnya.

    Namun setibanya di lokasi kata dia, petugas tidak lagi menemukan harimau yang terjerat itu, tetapi petugas menemukan dua jerat yang terbuat dari tali nilon.

    Petugas kemudian melakukan pemeriksaan di sekitar kawasan, tetapi tidak menemukan adanya aktifitas manusia di area jeratan itu. Lantaran hari telah gelap, petugas memutuskan untuk mencari keberadaan harimau esok harinya.

    "Tim memutuskan kembali melakukan penyisiran keesokan harinya," ujarnya.

    Baca juga: Jejak Harimau Sumatera Ditemukan di Area Perkebunan Sawit Riau

    Sekira pukul 12.30 siang tadi, Rabu, 26.September 2019, petugas kembali menyisir lokasi untuk mencari keberadaan harimau tersebut. Namun petugas justru menemukan harimau telah mati dalam semak dengan posisi tergantung di tepi jurang.

    Suharyono menduga harimau tersebut berhasil melepaskan diri dari jeratan, namun tali yang membelitnya tersangkut lalu membelit pinggangnya dan tergantung di tepi jurang.

    "Tali jerat membelit pinggangnya sehingga menggantung di tepi jurang dan membuatnya mati," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.